Who am I

who am i
Gambar via pixabay.com

Jangan Ditonton

Who am i, mungkin dari para pembaca artikel ini, ada yang tidak mengenal artinya. kalau anda ingin tahu, anda harus berusaha dulu.

Anda harus kenali, bahasa apa yang dipakai dalam kalimat asing ini. Kalau anda sudah kenal, silahkan anda pelajari bahasa tersebut. Simpelnya silhkan anda buka kamus.

 Anda tidak punya kamus! Silahkan anda buka google transIete dan ketik apa yang anda cari.

Saya yakin anda sekarang belum mencarinya. Anda masih meneruskan pembacaan artikel ini.

Arti secara umum kalimat yang berbahasa inggris ini adalah siapa saya. Itu bukan rangkaian kata-kata yang saya buat, tapi itu nama fenomenal dan melegenda untuk film yang sudah rilis beberapa tahun, dan beberapa puluh tahun lalu.

kesatuan kata yang berbahasa Inggris ini sudah tak asing lagi bagi para penggemar film, apalagi bagi maniak movie. Yang belum nonton film ini mungkin ada yang penasaran tentang aksi-aksinya.

Kalau anda belum menyaksikan, mungkin anda layak dibilang ketinggalan zaman. Yang penasaran sepertinya akan cari obatnya di mbah Google, gak mau ketinggalan dari kaum melenial lain.

Yah, saya sebagai seorang muslim yang berusaha taat kepada Allah taala, melarang anda wahai penonton untuk menonton film ini. Kenapa saya melarang?

Kenapa?

Gambar via pixabay.ccom

Sudah tidak asing lagi, kalau industri perfilman itu, bisa dipastikan akan menayangkan wanita-wanita ajnabi yang tidak menutup aurat. Apalagi film yang diproduseri oleh orang-orang barat.

Saya bukan manusia yang sok suci. Saya manusia biasa saja, yang masih banyak kesalahan dan kekurangan.

Orang yang masih banyak kesalahan bukan berarti, harus hanyut terus ke dalam kesalahan, tidak boleh mengingatkan, tidak boleh meminimalisir kekhilafan.

Banyak kalangan tatkala menerima pernyataan positif, dari teman misalnya, dia malah mencerca halah kamu itu gini dan gitu, ndak usah sok baiklah! Itu sama saja dia menyuruh temannya untuk terus berlarut-larut dalam kesalahan.

Kalau kita pikir-pikir orang orang yang melakukan banyak kesalahan, tapi di sisi lain juga berusaha memperbanyak kebaikan, itu lebih baik dari pada orang yang banyak kesalahan tanpa punya amalan kebajikan.

Jangan salah tafsir! Saya tidak menyuruh anda jadi tukang amal makruf nyambi mungkar, mengamalkan kebajikan sambil membuat kemungkaran.

Kenapa saya melarang menonton film ini?

Saya sebagai orang yang banyak salah, tidak menginginkan tambahan dosa yang jadi investasi akhirat saya, dengan sebab anda menonton film yang hampir bisa dipastikan ada wanita yang tidak menutup aurat, karena terinspirasi oleh tulisan ini.

Kalau anda kepengen nonton film, maka tontonlah film yang mengandung akhlaq dan edukasi. Apalagi kalau untuk ditontonkan keluarga.

Nusa Rara bisa jadi salah satu alternatif buat anda. Nggak apa-apa menonton film anak-anak, kalau nggak mau ya biar dikonsumsi putra-putri kecil anda. Syukur-syukur diviralkan. Ini film kaya akan edukasi agama.

Film yang berbasis akhlaq dan edukasi sebenarnya banyak, meskipun secara kualitas gambar kurang sebagus film-film buatan produser buatan barat, Cina, Jepang atau Korea Selatan.

Kalau anda tetap masih penasaran dengan film who am i ini, maka saya sarankan baca artikel ini sampai tuntas, insyaallah ada sedikit diskripsi tentang film ini. Baca artikel ini! Insyaallah bisa jadi obat penasaran anda tentang film ini.

Kalau anda tetap tidak mau menghiraukan saran saya, tetap masih menonton film itu silahkan tanggung sendiri akibatnya. Mungkin masih ada satu solusi, semoga tidak mendatangkan dosa.

Silahkan buka browser smarphone atau komputer anda, terus anda ketik who am i, selanjutnya bukalah website yang mengupas deskripsi film ini, dan bacalah!

Masih ada persyaratannya. pakailah browser opera mini! Kalau nggak punya install dulu!

Sebelum menjalankan search angine. Matikan dulu mode penampilan gambar. Wah ekstrem ya….terserah anda mau bilang apa? Kalau nggak suka tulisan ini jangan dibaca !

Trailer

Gambar via pixabay.com

Saya akan sedikit memberi deskripsi tentang film inj, supaya para pembaca terkurangi beban penasarannya.

Kalau anda cari informasi tentang film yang berjudul who am i di search angine google, anda akan mendapati dua film berbeda yang berjudul dengan kalimat itu.

1998

Film pertama diproduksi tahun 1998. Film ini disutradarai dan diperankan oleh sutradara dan aktor terkenal asal Cina, yaitu Jackie Chan. Film ini menampilkan kisah seorang agen rahasia asal Hongkong yang jadi korban penkhianatan.

Ketika para agen rahasia dari berbagai negara bersama-saama berada di pesawat, seorang pengkhianat yang ternyata adalah atasan mereka, menargetkan aksi pembunuhannya kepada agen-agen rahasia yang malang itu.

Usaha pembunuhan itu belum sepenuhnya sesuai yang diharapkan, meskipun bisa dibilang 95 persen sukses.

Ternyata masih ada satu agen yang selamat, di saat semua agen selainnya berhasil dibunuh. Agen rahasia asal Hongkong yang diperankan oleh Jackie Chan itu, selamat dalam kondisi tak sadarkan diri setelah jatuh dari pesawat.

Ketika siuman dia menyadari kalau dirinya hilang ingatan. Dia diselamatkan dan diamankan oleh sekelompok suku Indian yang ada di Afrika Selatan.

Dalam keadaan tidak ingat apa-apa bahkan tidak tahu siapa dirinya, dia terpakasa hidup dan mengikuti budaya orang-orang di sekitarnya, yang menjadi lingkungan barunya.

Di saat kebingungan dengan identitas jati dirinya karena hilang ingatan, yang selalu terngiang dalam pikirannya, akhirnya dia mulai menyisiri dunia, untuk mengenal kembali siapa dirinya. Makanya film ini berjudul who am i.

2014

Film kedua adalah, who am i  Kein system ist Sicher atau dalam percakapan Inggris disebut no system is safe. Film ini di tayang pada tahun 2014. Film yang diproduksi di Jerman ini di sutradarai oleh Baran bo Odar dan di bintangi oleh aktor jerman yang bernama Tom Schilling.

Drama dalam movie ini menampilkan tentang tim hacker usil yang sering buat sensasi dan aksi-aksi yang mempermalukan orang ternama tertentu untuk mencari perhatian.

Satu saat mereka melakukan aksi yang besar dengan meretas database milik dinas intelijen luar negeri Republik Federal Jerman, BND (Bundesnachrichtendienst) atau dalam bahasa Inggris disebut Federal Intelligence Service.

Aksi ini beruntun dengan terbunuhnya seseorang yang punya pengaruh, sampai mereka menjadi buronan mafia dan dinas rahasia Jerman.

Yang unik, film ini tidak menayangkan aksi kehebatan tim CLAY dalam meretas data base lawan  dengan kepiawaeannya dalam meng-hack komputer.

Para pemirsa terbengong dengan kecerdikan mereka dalam meretas sistem dengan aksi lapangan di luar area maya.

Meretas Psikologis

Gambar via pixabay.com

Tim CLAY punya slogan no sistem is safe. Tidak ada sistem yang aman, titik kelemahannya terletak pada kejiwaan manusia itu sendiri.

Tatkala anda meretas komputer, anda tidak harus menjadi ahli bahasa pemograman handal, sehingga bisa meretas dari kamar yang tertutup, dengan hanya bermodalkan laptop atau PC.

Ringkasnya, ketika anda tak mampu peretasan computer by computer, anda hanya perlu meretas sistem keamanan pada kejiwaanya.

Strategi diplomasi yang cakap bisa anda terapkan dalam aksi ini, sehingga dia mau meminjamkan laptop atau smartphone pribadinya pada anda.

Sang sekuriti lembaga yang ditargetkan, juga bisa jadi ajang sasaran penerapan strategi ini, sehingga dia membolehkan anda masuk ke ruang operasional atau ruang data base yang anda incar.

Setelah itu anda bisa masuk markas target, caril sandi-sandi yang diincar atau anda bisa mencopy data-data penting lainnya.

Bahkan tim CLAY juga meretas sistem hukum yang mampu menjerat mereka. Tentunya dengan strategi meretas manusianya.

Hal ini dilakukan, tatkala sang programer telah dikenali wajahnya. Pihak inteligen akan mengenali identitasnya dan anggota lainya dan men-DPO mereka.

Salah satu anggota tim menyerahkan diri kepada lembaga intelijen yang jadi target peretasan. Dia berdiplomasi dengan mengajukan pengakuan yang sebenarnya kisah rekayasa sosial yang sudah mereka susun sebelumnya.

Akhirnya mereka dibebaskan dari jeratan hukum. Pihak lembaga intelijen juga tidak dirugikan bahkan diuntungkan, meskipun mereka juga kena “hipnotis”.

Jangan gagal faham! Saya disini tidak menganjurkan membobol rumah atau meniru adegan film ini.

Jangan-jangan, ada yang terinspirasi dengan tulisan ini untuk kejahatan.

Who Am I

who am i

Gambar via pixabay.com

Sebenarnya dalam artikel ini saya ingin berbagi informasi dengan pembaca, perihal siapa diri saya. Tapi biar artikel jadi panjang sesuai target yang diharapkan, maka saya melakukan strategi ngoyoworo dulu.

Selamat berkenalan. Saya berinisial YA, lahir di daerah Sragen. Pertama kali saya menghirup udara di bumi ini, pada 13 juni 1994. Saya tumbuh besar di tanah kelahiran.

Saya pernah sekolah di TK. Setelah itu lanjut ke madrash ibtidaiyah selama kurang lebih 6 tahun. Masa remaja saya habis di pesantren sampai memasuki masa muda.

Setelah selesai nyantri saya dapat tugas dari pesantren untuk bantu-bantu pelaksanaan program-program pesantren. Sekarang dilanjut dengan nyantri di Sintesa.

Inilah who am i, inilah saya dengan secuil pengalaman yang bisa tulis disini.

Semoga Allah memberkahi hidupku, mengganjar amalanku, mengampuni dosa-dosaku, menerima tobatku, dan menganugrahkan husnul khotimah di akhir hayatku. Amiin.

Tak luput juga, semoga Allah taala menyegerakanku untuk menyempurnakan separuh agamaku. Amiin.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *