Tumbuhan Paku (Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, Manfaat, Contoh dan Gambar)

tumbuhan paku
www.satujam.com

Kita sebagai orang Indonesia, pasti pernah mendengar istilah tumbuhan paku. Sebelum masuk pada pengertian tumbuhan paku, kita akan bahas tentang ciri-cirinya terlebih dahulu. Mungkin dengan seperti ini, pembaca akan lebih mudah untuk memahami apa itu tumbuhan paku.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

1.  Tidak Berbunga

Tumbuhan paku memang tidak berbunga sebagaimana tumbuhan pada umumnya. Meskipun tumbuhan ini tidak berbunga tapi ia berspora, sebagai media untuk berkembang biak.

2.  Memiliki Xilem dan Floem sebagai Pembuluh Angkut

Tumbuhan paku dikenal memiliki xilem, pembuluh yang bertugas sebagai pengangkut air, mineral dan garam dari akar, ke daun untuk berfotosintesis.

Selain xilem tumbuhan ini juga memiliki floem, pembuluh angkut yang bekerja sebagai pengedar hasil fotosintesis ke segala bagian tumbuhan ini.

3. Memiliki Cara Hidup yang Beragam

Hal ini diterangkan di subbab berikut ini.

Habitat Tumbuhan Paku

Secara umum, tumbuhan ini tumbuh dan berkembang di negara-negara yang masuk dalam kawasan tropis

Tumbuhan paku dengan segala jenis dan variasinya memiliki habitat dan cara hidup yang beragam, seperti merambat, tidak bercabang, berupa terna, bersemak, dan mengapung di air (hidrofit).

Tidak cuma itu saja, ada juga yang menempel pada tumbuhan lain (epifit), tumbuh di tempat lembab (higrofit), dan tumbuh di tumbuhan atau sampah organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit).

Struktur Tumbuhan Paku

1 . Akar

Tumbuhan paku pada fase gametofit, memiliki akar semu yang  dikenal dengan rhizoid. Pada fase itu struktur jaringan akar tersebut masih sederhana.

Fungsi akar ini tidak jauh berbeda dengan fungsi akar tumbuhan pada umumnya, yaitu menyerap air dan mineral di tanah.

Di fase sporofit, akar tumbuhan paku sudah berubah menjadi akar serabut yang lebih kokoh.

2 . Batang

Pada fase gametofit, batang tumbuhan paku berbentuk lembaran kecil sebagai media fotosintesis yang disebut dengan protalium. Batang yang masih semu ini juga bisa dikategorikan daun yang  juga masih semu.

Pada fase sporofit, batang tumbuhan paku yang sebelumnya masih semu, berubah menjadi batang sejati yang memiliki 2 jaringan pembuluh angkut xilem dan floem.

3 . Daun

Pada fase gemetofit daun tumbuhan paku berupa batangnya yang semu, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pada fase sporofit, daun tumbuhan tumbuhan paku sudah bukan batang lagi. Daun ini sudah berdiri sendiri.

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, daun paku memiliki dua jenis yaitu mikrofil dan makrofil.

Mikrofil berupa daun yang berukuran kecil yang ada di sekitar batang tumbuhan ini. Jaringan pada daun ini masih sama semua, belum bisa dibedakan antara epidermis (lapisan luar) dan mesofil (bagian dalam epidermis yang terdiri dari jaringan pengangkut dan jaringan parenkim).

Makrofil berupa daun sejati yang memiliki jaringan yang sudah bisa dibedakan antara epidermis dan mesofil.

Berdasarkan fungsinya, daun paku memiliki dua jenis, yaitu tropofil dan sporofil.

Tropofil berupa daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora.

Sporofil berupa daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora.

4 . Spora

http://lelekopter.blogspot.com

Tumbuhan paku ini mengeluarkan spora sebagai langkah awal dalam berkembang biak. Keterangan lebih jelas ada pada subbab berikut ini.

Cara Tumbuhan Paku Berkembang Biak

Tumbuhan paku berkembang biak dengan melewati dua fase, yaitu fase sporofit dan fase gametofit.

Fase sporofit, yaitu fase tumbuhan ini menghasilkan spora yang berkembang menjadi protalium.

Fase gametofit, yaitu fase protalium ini membentuk anteridium (jantan) dan arkegonium (betina). Pertemuan sperma dari jantan dan ovum dari betina, menghasilkan zigot yang menjadi bibit tumbuhan paku.

Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Spora

1 . Paku Homospora

Tumbuhan paku ini menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang sama, yang nantinya berkembang menjadi protalium.

2 . Paku Heterospora

Tumbuhan paku ini menghasilkan 2 jenis spora yang berbeda dengan ukuran berbeda pula.

Makrospora (yang berukuran besar) akan berkembang menjadi makroprotalium yang membentuk arkegonium.

Mikrospora (yang berukuran kecil) akan berkembang menjadi mikroprotalium yang membentuk anteridium.

3 . Paku Peralihan

Tumbuhan paku ini akan menghasilkan spora dengan jenis yang berbeda tapi berukuran sama. Satu jenis akan membentuk protalium yang akan menghasilkan anteridium dan jenis yang lain akan membentuk protalium yang menghasilkan arkegonium.

Manfaat Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat, tapi tidak semua jenis punya manfaat yang sama dengan jenis lain. Berikut ini manfaat-manfaat tumbuhan paku.

1 . Hias

Tumbuhan paku mungkin semua jenis bisa dibuat tanaman hias, sesuai selera masing-masing.

2 . Sayuran

Contoh: Marasilea Crenata/Paku Semanggi dan Pteridium Aquilinum/Paku garuda.

3 . Dijadikan Ampelas

Contoh: Equisetum sp 

4 . Pupuk Hijau

Contoh: Anabaena azollae yang memiliki kemampuan menangkap gas nitrogen (N2) dan Azolla pinnata yang mampu bersimbiosis dengan ganggang biru.

5 . Dijadikan sebagai Bahan Pembuatan Karangan Bunga

Mana yang cocok untuk dijadikan karangan bunga, hal itu dikembalikan ke selera masing-masing.

6 . Sebagai Bahan Obat Penyakit Tertentu

Contoh: Paku ekor kuda/ Equisetum, disinyalir mempunyai kemampuan diuretik (pelancar pengeluaran urine). Begitu juga Selaginella mempunyai kemampuan membantu menyembuhkan luka.

Apa itu Tumbuhan Paku?

Tumbuhan Paku
bangkudepan.com

Pemaparan di atas akan lebih memahamkan pengetian tumbuhan paku berikut ini.

Tumbuhan paku merupakan bagian dari tumbuhan yang berpembuluh (Trashaeophyta), dengan pembuluh yang dikenal dengan xilem dan floem.

Dalam bahasa latin, tumbuhan ini disebut dengan Pteridophyta. Kadang tumbuhan ini juga dikenal dengan pakis-pakisan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *