Perang Khandaq (Sejarah Singkat, Latar Belakang, Strategi, Hadits, Doa, dan Hikmah)

Perang khandaq, merupakan perang besar dalam sejarah Islam, di masa kenabian. Perang ini termasuk perang yang sangat menggemparkan banyak kalangan, karena menggunakan strategi perang yang belum dikenal oleh bangsa Arab, memiliki latar belakang yang masih bersangkutan dengan peristiwa sebelumnya, dan membawa banyak hikmah. Ada riwayat hadits terkenal tentang sayir dan doa dalam perang khandaq yang sangat mencekam tersebut.

Sejarah Singkat Perang Khandaq
Sejarah Ringkasan Perang Khandaq (pixabay.com)

Latar Belakang Perang Khandaq

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, mendapat perintah dari Allah Subhanahu wa ta’ala melalui wahyu-Nya, supaya hijrah dari Makkah yang masih dikuasai musyrikin Quraish, ke kota Yasrib, yang penduduknya cukup banyak yang menerima Islam yang didakwahkan oleh Beliau.

Bahkan mereka bersedia baiat kepada Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallamakan untuk melindungi beliau, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya.

Perintah hijrah ke Yasrib tidak hanya ditujukan kepada beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi juga kepada pengikut-pengikut beliau yang ada di Makkah dan sekitarnya.

Dengan hijrah, agama, kehormatan, dan harta mereka lebih terjaga. Menetap di Makkah ketika itu hanya akan mendatangkan banyak penyiksaan. Kalau tidak kuat dengan kekejaman dan kebiadaban mereka, iman yang akan jadi taruhannya.

Muslimin Makkah akhirnya berbondong-bondong hijrah ke Yasrib, kota yang diganti namanya oleh Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Madinah Al-Munawwarah. Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam pun membentuk persaudaraan yang kuat antara dua kaum yang berbeda budaya tersebut.

Beliau memberikan istilah familiar yang memberikan kesan kuat dan mendalam dalam menjalin ukhuwah,  dengan penyebutan “muhajirin”bagi yang hijrah ke madinah dan “anshar” bagi muslimin Madinah yang menolong muhajirin.

Di Madinah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya mengkonsolidasi kekuatan, membangun sistem keamanan, membentuk sistem pemerintahan Islam dan membuat perjanjian perdamaian dengan kaum Yahudi.

Negara yang baru tumbuh ini tak lantas menjadi negara aman dari rongrongan pihak luar. Kaum Quraish dengan kebencian yang sangat mendalam, tidak rela muslimin perlahan-lahan membentuk satu kekuatan baru dengan prinsip agamanya yang mempunyai daya tarik kuat bagi masyarakat Arab.

Gesekan-gesekan kecil terus terjadi antara dua negara tersebut. Puncaknya adalah bentrok senjata dengan skala yang besar yang dikenal dengan perang Badar dan perang Uhud.

Kekesalan dan kemarahan kaum Quraish memuncak, karena sangat kesulitan menaklukan Madinah dan mereka melihat ternyata muslimin Madinah malah mampu menaklukkan banyak kota di sekitar Madinah.

Kemarahan yang tak terbendung itu akhirnya berujung pada perang Khandaq atau Ahzab.

      Baca juga Sejarah Ringkasan Perang Uhud

Strategi Perang Khandaq/Ahzab

Gambar Perang Khandaq
Perang Strategi Perang Khandaq

Perangkat intelijen Madinah yang tersebar diberbagai kota mendapat informasi bahwa telah terbentuk koalisi militer dari berbagai kota Arab yang akan melancarkan operasi militer yang sangat besar untuk menaklukkan Madinah.

Informasi itu memang valid. Kaum Quraish memang telah memobilisasi militer besar-besaran dari penjuru Jazirah Arab dan berkoordinasi dengan kaum Yahudi Bani Quraidhah hanya untuk menaklukkan kota Madinah.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan para sahabatnya untuk musyawarah dan menyusun strategi untuk menghadapi pasukan koalisi yang jumlahnya melebihi penduduk Madinah tersebut. Beberapa strategi mereka bahas untuk diterapkan dilapangan. Tapi akhirnya mereka sepakat pada strategi perang unik yang dilontarkan oleh salah satu sahabat.

Sahabat pencetus strategi baru itu dikenal dengan Salman Al-Farisi. Beliau bukan dari bangsa Arab melainkan dari bangsa Persia. Dalam Musyawarah tersebut beliau mengenalkan strategi perang yang sudah biasa diterapkan di Persia tapi belum dikenal oleh Bangsa Arab. Taktik itu berupa menghadang serangan musuh dengan parit.

Strategi itu sangat cocok diterapkan oleh pasukan kecil yang diserbu pasukan yang jauh lebih besar. Kekuatan pasukan koalisi, diperkirakan 10.000 tentara dengan persenjataan cukup lengkap dan persiapan yang cukup matang. Sedangkan dari pihak kota Madinah hanya berkisar 3000 pasukan, itupun di tengah-tengahnya ada kaum munafiq.

Baca juga Sejarah Perang Paderi

Perang Khandaq atau Ahzab?

Perang ini dikenal dengan perang khandaq dan perang ahzab. Dinamai khandaq karena penduduk madinah menghadang musuh dengan khandaq yang berarti parit.

Sedangkan penamaan perang ahzab itu dikarenakan pihak penyerang terdiri dari ahzab yang berarti kelompok-kelompok. Penyerang tidak dari pasukan satu kota saja tapi dari berbagai kota yang saling berkoalisi dan berkoordinasi.

Syair yang Diriwayatkan dalam Hadits ketika Perang Khandaq

Mereka para sahabat bersenandung dengan syair-syair sebagai bahan bakar semangat baru, untuk tetap teguh memperjuangkan apa yang mereka yakini. Syair-syair itu begitu terkenal karena memang sangat membakar dan terdokumentasi di beberapa riwayat hadits.

Berikut ini syair sangat terkenal itu:

نحن الذين بايعوا محمدا       على الجهاد ما بقينا أبدا

Kamilah yang membaiat Muhammad               Untuk jihad selamanya selagi kami masih ada (hidup)

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam pun tak mau menjawab syair itu dengan syair pula, berikut ini:

 اللَّهُمَّ إِنَّ الْخَيْرَ خَيْرُ الآخِرَةِ فَاغْفِرْ لِلاَْنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَة

Ya Allah, sesungguhnya kebaikan itu hanya kebaikan akhirat           Maka ampunilah anshar dan muhajirin

Sejarah Ringkasan Kisah Menarik dalam Perang Khandaq

gambar parit perang khandaq
Gambar Parit Perang Khandaq

Rasulullah sebagai pemimpin negara dan komandan pasukan ikut terjun ke lapangan untuk penggalian parit. Beliau tidak cuma jadi mandor tapi juga ikut menggali, memecahkan batu dan mengangkut tanah. Itulah sebaik-baik pemimpin dari manusia ini.

Wanita dan anak-anak diungsikan ke bagian belakang madinah dekat dengan wilayah kaum Yahudi Bani Quraidhah. Dalam keadaan lapar dan kekurangan beliau dan para sahabat tetap meneruskan pekerjaan berat ini.

Ada kejadian ajaib yang terjadi pada waktu penggalian parit tersebut. Pada waktu itu sahabat tidak mampu memecahkan satu batu yang sangat keras. Hingga akhirnya Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam yang turun tangan untuk memecahkan batu itu.

Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam hanya butuh tiga pukulan untuk memechkan batu tersebut. Dalam setiap pukulan selalu ada pancaran cahaya yang disaksikan para sahabat. Beliaupun menceritakan bahwa ketika beliau memukul batu tersebut, beliau melihat kota-kota Persia dan Romawi yang ditaklukkan umat Islam.

Sangat aneh, sekelompok kecil yang lapar, sedang membangun parit untuk menghadang koalisi besar yang jumlahnya militernya melebihi mereka dan keluarga mereka.

Tiba-tiba datang kepada mereka kabar bahwa mereka akan menaklukkan kota-kota yang dikuasai negara super power dunia, Persia dan Romawi yang sudah berdiri ribuan tahun dan jadi negara super power pada waktu itu.

Kenapa beliau sampai menjanjikan hal begitu jauh? Siapa yang percaya dalam keadaan sepeti itu?

Para sahabat pada terkejut dengan janji beliau. Mereka terkejut bukan karena menganggap itu aneh, mimpi dan mustahil. Tapi karena mereka mendapat kabar gembira besar berupa kemenangan yang sangat besar.

Yang meragukan kemenangan hanya orang-orang munafik pada waktu itu.

Baca juga Sejarah Perang Aceh

Pasukan Sekutu/Koalisi Arab

Tibalah waktu kedatangan pasukan sekutu dengan jumlah yang sangat besar ke Madinah. Tapi mereka terhalang dengan keberadaan parit yang membuat mereka terkejut dan semakin marah. Mereka sangat terkejut dengan strategi brilian kaum muslimin yang belum mereka kenal.

Mereka pun tak bisa melancarkan konfrontasi senjata secara langsung, terlebih lagi memasuki madinah. Yang terjadi hanyalah saling panah memanah dan duel.

Pengepungan yang Membuat Keadaan Mencekam

Suasana Madinah memang sangat mencekam. Ketakutan meliputi setiap penduduk Madinah sampai tentara-tentaranya. Bagaimana tidak? Mereka sedang dikepung kekuatan sangat besar, yang kalau berhasil melewati parit maka akan terjadi bentrok yang sangat dahsyat.

Kalau kekuatan pertahanan Madinah bisa ditembus, mereka akan merangsek ke dalam kota, melakukan pembantaian, perampokan, merenggut kehormatan penduduknya, menawan mereka dan menjadikan mereka budak. Dan hanya itulah benteng pertahanan Islam.

Keadaan lebih mencekam ketika ditambah pengkhianatan Bani Quraidhah yang telah menjalin koordinasi dengan pasukan sekutu sebelumnya. Sewaktu-waktu mereka bisa menusuk dari belakang.

Sampailah turun wahyu berikut ini:

إِذْ جَاءُوْكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ اْلأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللهِ الظُّنُوْنَا. هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيْدًا. وَإِذْ يَقُوْلُ الْمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِي قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ إِلاَّ غُرُوْرًا. وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لاَ مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيْقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُوْلُوْنَ إِنَّ بُيُوْتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيْدُوْنَ إِلاَّ فِرَارًا

Latinnya :

Iż jā`ụkum min fauqikum wa min asfala mingkum wa iż zāgatil-abṣāru wa balagatil-qulụbul-ḥanājira wa taẓunnụna billāhiẓ-ẓunụnā.

Hunālikabtuliyal-mu`minụna wa zulzilụ zilzālan syadīdā.

Wa iż yaqụlul-munāfiqụna wallażīna fī qulụbihim maraḍum mā wa’adanallāhu wa rasụluhū illā gurụrā. Wa iż qālat ṭā`ifatum min-hum yā ahla yaṡriba lā muqāma lakum farji’ụ, wa yasta`żinu farīqum min-humun-nabiyya yaqụlụna inna buyụtanā ‘aurah, wa mā hiya bi’aurah, iy yurīdụna illā firārā. 

Artinya :

“(Yaitu) ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika menyimpang penglihatan-penglihatan itu dan hati kalian naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian berprasangka terhadap Allah dengan bermacam-macam sangkaan.”

“Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat”.

“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.”

“Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagi kalian, maka kembalilah kalian.’ Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: ‘Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).’ Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari”.” (QS: Al-Ahzab: 10-13)

Pertolongan Allah

Ketika pasukan sekutu sudah mulai merasa capek mengepung Madinah dalam kurun waktu sekitar sebulan, dan tak bisa menerobos pertahanan strategis muslimin, Allah Subhanahu wa ta’ala mengirim angin yang memporak-porandakan mereka hingga mereka ketakutan, sampai akhirnya mereka tercerai-berai dan meninggalakan Madinah.

Kekalahan mereka dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam perang tersebut diabadikan dalam Al-Quran, sebagai bahan pembelajaran untuk umat, bahwa kemenangan itu dari Allah bukan karena jumlah dan kehebatan manusia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Latinnya :

Yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni’matallāhi ‘alaikum iż jā`atkum junụdun fa arsalnā ‘alaihim rīḥaw wa junụdal lam tarauhā, wa kānallāhu bimā ta’malụna baṣīrā

Artinya :

“Wahai orang orang yang beriman, ingatlah nikmat Allâh (yang telah di karuniakan) kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kalian melihatnya. Dan Allah terhadap apa yang kalian lakukan, Maha melihat”. (QS. Al-Ahzab 33:9)

Ayat ini menerangkang bagaimana kemenangan itu bukan karena kekuatan atau kehebatan kaum muslimin penduduk madinah, melainkan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam Ayat ini Allah Ta’ala menerangkan bahwa tentara-Nya yang tak bisa dilihat oleh mata kepala manusia, membantu berperang di barisan kaum Muslimin. Selain itu Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengirim angin yang memporak-porandakan kemah dan tenda-tenda mereka.

وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا ۚ وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

Latinnya :

wa raddallāhullażīna kafarụ bigaiẓihim lam yanālụ khairā, wa kafallāhul-mu`minīnal-qitāl, wa kānallāhu qawiyyan ‘azīzā

Artinya :

“Dan Allah membalikkan orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kemarahan, karena mereka tidak memperoleh keuntungan. Cukuplah Allah (sebagai Penolong) menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Ahzab 33:25)

ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak, maka tak ada seorang pun yang bisa melawan kehendaknnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang membolak-balikkan keadaan. Keadaan bisa berubah setiap saat, sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tak ada seorang pun yang bisa berbuat apa-apa untuk mengembalikkan keadaannya.

Dalam perang khandaq, keadaan berubah total, ketika pasukan sekutu mengepung Madinah, mereka bangga dan merasa akan memenangkan peperangan ini. Mereka merasa akan bisa menaklukkan kota Madinah. Mereka merasa bangga dengan jumlah pasukan yang begitu banyak, terlatih, persenjataan dan logistik yang lengkap.

Tapi kenyataannya keadaan berbalik, dan muslimin mendapat kemenangan dengan menyerahnya kaum Quraish dan mereka lari tunggang-langgang meninggalkan pengepungan dan kembali ke kota masing-masing.

Dalam perang khandaq tersebut Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bedoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala supaya memporak-porandakan barisan pasukan sekutu yang mengepung Madinah dengan rasa sombong, bangga dan angkuh dengan kekuatan mereka.

Doa Perang Khandaq yang Diriwayatkan dalam Hadits

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa beliau, dan membungkam kesombongan dan keangkuhan mereka. Pasukan ahzab terpaksa hengkang dengan memalukan dan muslimin dengan pertolongan Allah Subhanau wa Ta’ala masih tetap aksis dan bertahan tanpa kehilangan sejengkal tanah yang bisa direbut oleh musuh.

Berikut doa Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terkenal, turun menurun di riwayatkan oleh ulama dalam hadits, banyak dilantungkan oleh umat beliau sepanjang zaman.

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Latinnya :

Allahumma munzilal kitaab sariial hisaab ihzimil ahzaab, Allahummah zimhum wa zalzilhum

Artinya :

“Ya Allah, Rabb yang telah menurunkan kitab (al-Quran) yang Maha cepat menghisap, kalahkanlah ahzab (pasukan sekutu), ya Allah kalahkanlah mereka dan guncangkanlah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Video Sejarah Ringkasan Perang Khandaq

Kajian Sejarah Singkat Perang Khandaq oleh Ustadz Salim A. Fillah

Kajian Sejarah Singkat Perang Khandaq oleh Ustadz Hanan Attaki

Itulah Perang Khandaq (Sejarah Singkat, Latar Belakang, Strategi, Hadits, Doa, dan Hikmah), semoga bermanfaat bagi masyarakat.

By : Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *