Doa sebelum dan sesudah Wudhu Lengkap dengan Syarat dan Rukun

Doa sebelum dan sesudah wudhu-Islam agama yang sempurna, mengajarkan kepada pemeluknya kesucian. Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa kesucian bagian dari iman.

Selain kesucian, Islam juga banyak mengajarkan doa-doa dalam banyak hal atau aktivitas keseharian.

Shalat lima waktu yang wajib bagi setiap muslim, tidak sah pelaksanaannya kalau tidak didahului wudhu. Ringkasnya wudhu sebagai salah satu syarat shalat, meskipun bukan bagian dari shalat.

Sebelum kita masuk lebih dalam persoalan wudhu sampai doa sesudah wudhu, maka kita perlu tahu dulu tentang najis.

doa-sesudah-wudhu
Doa sesudah Wudhu (pixabay.com)

Doa sebelum Wudhu

Doa sebelum wudhu yang ajarkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu dengan membaca “bismillah”, sebagaimana riwayat berikut ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

Latin :
La sholaata liman laa wudhuua lahu walaa wudhuua liman lam yadzkurismallahi ta’ala ‘alaihi

“Tidak ada shalat bagi yang tidak ada wudhu baginya, dan tidak ada wudhu bagi siapa yang belum menyebut nama Allah Ta’ala atasnya” (HR. Abu Dawud, Ibnu majah)

Sebagian ulama mendhaifkan hahits ini dan sebagaian yang lain menilainya hadits hasan sehingga bisa diamalkan.

Makna hadits tersebut, ada perbedaan dikalangan ulama, sebagian menerangkang sebagaimana zahirnya, yaitu tidak sah wudhu yang tidak didahului bacaan “bismillah, sebagian berpendapat, bahwa hanya sebatas tidak sempurna.

Kesimpulannya hukum berdoa sebelum wudhu dengan bismillah, juga berbeda-beda sesuai pemahaman hadits tersebut.

  • Wajib
  • Sunnah Muakkadah

Doa Sesudah Wudhu

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memberikan sunnah kepada umatnya doa setelah wudhu yang punya keutamaan sangat besar.

Berikut hadits dari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam:

عَنْ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ
زَادَ التِّرْمِذِيُّ  :  اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ

Dari Umar bin Khattab radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah salah satu dari kalian berwudhu maka menyempurnakan wudhunya kemudian berkata:

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

kecuali dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk dari pintu yang dia kehendaki”. (HR. Muslim)

At-Tirmizi di dalam riwayatnya ada tambahan berikut:

اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah mendoifkan tambahan lafal tersebut adapun Syaikh Albani rahimahullah menshahihkannya .

Ada lafal tambahan lain yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai rahimahullah kitab Amalul Yaumi wal Lailati dan Imam Al-Hakim rahimahullah di kitab Mustadrak .

Berikut lafalnya:

سُبْحانَكَ اللّٰهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

Kesimpulan

doa-sesudah-wudhu
Doa sesudah Wudhu

Lafal doa yang diriwayatkan Imam Muslim sudah disepakati keshahihan, adapun 2 tambahan tersebut masih diperselisihkan Ulama.

Alhamdulillah, betapa murah anugerah Allah Subhanahu wa taala kepada hamba-Nya yang wajib disyukuri. Hanya dengan menjalankan sunnah doa sesudah wudhu tersebut seorang hamba dibukakan untuknya delapan pintu surga, boleh masuk dari arah yang dia mau.

Selain doa tersebut, masih banyak doa mempunyai keutamaan sangat besar dan sangat perlu diketahui seorang muslim, seperti doa sebelum tidur, doa masuk masjid, doa keluar masjid, dan doa keluar rumah.

Macam-Macam Najis yang Membatalkan wudhu

doa-sesudah-wudhu
wajibbaca.com

Najis adalah kotoran yang harus disucikan kaarena menghalangi kesahan shalat. Najis dalam jenisnya terbagi menjadi dua macam; najis hissiyyah dan najis hukmiyyah.

1. Najis Hissiyyah

Najis hissiyyah yaitu najis yang bisa buktikan keberadaannya dengan indra kita, atu najis yang punya wujud nyata, seperti; air kencing dan kotoran. Secara umum, cara pensuciannya dengan mencucinya sampai hilang najisnya.

2. Najis Hukmiyyah

Najis Hukmiyyah yaitu najis yang berupa keadaan orang yang sedang najis menurut syariat, seperti orang yang junub dan orang yang hadats.

orang yang kentut, buang air kecil atau besar statusnya terkena najis hukmiyyah meskipun tubuhnya suci dari kotoran (najis hissiyyah). Maka cara pensuciannya dengan wudhu.

Orang yang keluar mani karena mimpi basah atau bersetubuh maka dia terkena najis hukmiyyah, maka pensucian dirinya dengan mandi janabah.

Benda yang tergolong najis Hissiyah

  1. Kotoran Manusia dan binatang yang haram dimakan
  2. Babi dan Anjing beserta sisa makanan atau minumannya
  3. Madzi (air yang keluar ketika bersyahwat)
  4. Wadi (air yang keluar setelah buang air kecil)
  5. Mani (menurut sebagian ulama)
  6. Darah haid
  7. Khamr (menurut sebagian ulama)
  8. Bangkai binatang yang tidak disembelih atau potongan anggota tubuh binatang hidup (bangkai binatang yang tak berdarah seperti belalang dan lebah atau bangkai ikan tidak najis)

Tata Cara Wudhu (Cukup Lengkap)

Sebelum masuk ke tata cara sampai doa setelah wudhu, kita akan membahas apa itu wudhu.

Menurut Sayyid Sabiq di dalam kitab fighu sunnah, wudhu adalah kegiatan bersuci dengan air yang bersangkutan dengan wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki.

Berikut ini ayat Al-Quran yang menerangkan tentang wudhu:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplahlah kepala kalian dan kedua kaki kalian sampai ke dua mata kaki. Dan Jika kalian junub, maka bersucilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan safar atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan (mendatangi), maka jika kalian tidak mendapati air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan atas kalian kesulitan, dan tetapi Dia hendak mensucikan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, agar kalian bersyukur”

Berikut ini hal-hal yang harus diketahui tentang wudhu.

1. Syarat wudhu

Wudhu memiliki syarat-syarat yang apabila tidak terpenuhi maka tidak sah wudhu tersebut. Berikut rinciannya:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Tamyis (masa anak bisa membedakan yang baik dan buruk)
  4. Niat (semua amalan dalam Islam harus didahului niat)
  5. Bersuci dengan air suci yang mensucikan (tidak semua air yang suci boleh untuk wudhu)
  6. Menghilang benda nempel yang menghalangi air wudhu mengenai kulit (seperti cat)
  7. Beristinja setelah buang air kecil atau besar

2. Amalan yang Wajib Dalam Wudhu

  1. Membasuh wajah
  2. Membasuh kedua tangan sampai ke siku
  3. Mengusap kepala
  4. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
  5. Dilaksanakan dengan tertib sesuai urutan ayat tersebut
  6. Satu amalan dengan amalan lain dilaksanakan secara langsung tanpa jeda yang lama

3. Amalan yang Sunnah Dalam Wudhu

  1. Bersiwak
  2. Membaca bismillah, sebagian ulama ada yang mewajibkanya
  3. Membasuh dua telapak tangan
  4. Berkumur
  5. Istinsaq (menghirup air ke hidung)
  6. Istinsyar (mengeluarkan air dari hidung)
  7. Menyangatkan istinsyaq kecuali bagi yang puasa
  8. Menyela-nyelai jenggot yang tebal dengan air
  9. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
  10. Membasuh wajah, tangan, dan kaki tiga kali (Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukannya dua kali)
  11. Doa sesudah wudhu (insya Allah akan ada pembahasan khusus tentang lafal doa sesudah wudhu)

4. Pembatal Wudhu

  1. Mengeluarkan sesuatu dari dua lubang (qubul dan dubur)
  2. Mengeluarkan najis dari selain dua lubang tersebut
  3. Hilang akal
  4. Tak sadarkan diri
  5. Tidur nyenyak sampai tidak sadar akan kondisinya
  6. Menyentuh kemaluan tanpa pembatas
  7. Makan daging onta
  8. Melakukan amalan yang memurtadkan (nauzubillahi min syarri zalik)

5. Amalan yang Harus Didahului Wudhu

  1. Shalat (wudhu merupakan syarat shalat)
  2. Thawaf di Masjidil Haram
  3. Menyentuh mushaf Al-Quran (sebagian ulama yang memperbolehkan dengan tanpa wudhu)

6. Amalan yang Dihasung untuk Didahului Wudhu

  1. Membaca zikir dan Al-Quran
  2. Setiap akan shalat meskipun masih dalam keadaan suci
  3. Ketika junub (mau lanjut dengan istri atau tidur)
  4. Dalam mengawali mandi junub
  5. Sebelum tidur

Alhamdulillah, semoga tulisan ini jadi inventaris akhirat penulis, amiin.

By : Idaroh

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *