Adab-adab makan dan doa sesudah makan

doa-sesudah-makan
ukhuwahislamiah.com

Adab-adab makan dan doa sesudah makan-Islam agama yang sangat sempurna ini, telah mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari urusan bernegara dan berbangsa sampai urusan makan dan minum. Oleh karena itu sebagai seorang muslim yang meyakini kebenaran dan kesempurnaan agamanya, tentu ia tidak akan menelantarkan aturan-aturan agama demi memilih gaya hidup hedonis dan liberalis ala Barat yang berbenturan dengan nilai-nilai Islam.

Terkadang hedonisme dan liberalisme lebih menggiurkan bagi sebagian kalangan, karena memang sistem ala asing ini menawarkan peradaban berbasis nafsu dan syahwat. Maka tak heran banyak orang berbondong-bondong mengikuti gaya hidup ini, karena kebanyakan orang lebih suka mengikuti hawa nafsunya.

Hal ini sangat bertolak-belakang dengan Islam. Agama ini merupakan sistem samawi yang menawarkan peradaban yang berbasis fitrah manusia. Sejatinya orang yang tunduk pada ajaran Islam di sedang kembali pada fitrahnya sebagai manusia. Membangun peradaban Islam harus dengan menerapkan aturan-aturannya, mulai dari urusan politik sampai urusan makan dan minum.

Artikel ini fokus pada pembahasan adab-adab makan, doa sebelum makan sampai doa sesudah makan.

Makan Makanan Halal

doa-sesudah-makan
gomuslim.co.id

Makan yang halal merupakan adab yang besifat wajib bagi setiap muslim.

يَااََيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia! Makanlah dari apa yang terdapat di bumi (makanan) yang halal yang baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu. (QS. AL-Baqarah: 168)

Pelanggaran dalam urusan ini berakibat fatal, mendapat dosa besar dan ancaman neraka.

Niatkan Makan untuk Mencari Ridha Allah Ta’ala

Makan yang merupakan kebutuhan manusia ini bisa dinilai ibadah dan berpahala, apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan makan sesorang bisa bertahan hidup dan mendapat energi yang bisa digunakan untuk beriabadah dan beramal shalih.

Kalau makan diniatkan mencari ridha Allah ta’ala dan ditujukan untuk ibadah tentunya yang dimakan bukan barang haram.

Semua muamalah yang diniatkan untuk mencari ridha Allah Ta’ala, maka dinilai sebagai ibadah dan berpahala.

Mencuci Tangan

Meskipun tidak ada hadits yang secara jelas membahas cuci tangan sebelum makan, tapi Islam secara umum mengajarkan kesucian, kesehatan.

Berdoa Sebelum Makan

doa-sesudah-makan
tongkronganislami.net

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan doa sebelum makan dengan bacaan bismillah.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya syetan sungguh menghalalkan makanan yang belum disebutkan bismillah atasnya. (HR. MUslim dan Ahmad)

Tidak Mencela Makanan

Tidak mencela makanan merupakan sikap mulia Rasulullah yang beliau contohkan bagi para sahabat.

مَا عَابَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعاَماً قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَ إِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ.

Tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela makanan sama sekali, jika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berselera, beliau memakannya, dan jikalau tidak suka, maka beliau meninggalkannya. (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Makan Makanan yang Dekat/Pinggir dengan Tangan Kanan

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ. فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai anak, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat denganmu.”cara makanku seperti itu setelah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

الْبَرَكَةُ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوْا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوْا مِنْ وَسَطِهِ.

Berkah itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggirnya dan janganlah memulai dari bagian tengahnya. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Tidak Berlebihan

Segala hal yang berlebihan tidak baik, meskipun dasarnya kebaikan. Pada dasarnya kebaikan tatkala dilebihkan sampai melebihi batas normalnya, maka hal tersebut jadi tidak normal dan tidak wajar.

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Dan kalian makan dan minumlah, dan jangan berlebihan, karena sesungguhnya Dia tidak suka orang berlebihan. (QS. Al-‘Araf: 31)

Mengambil Makanan yang Jatuh

إِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ ماَ كَانَ بِهَا مِنْ أَذَى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ.

Apabila jatuh sepotong (makanan) dari salah seorang kalian, maka hendaknya membersihkan apa yang terkena kotoran, kemudian hendaknya dia memakannya, dan jangan sampai membiarkannya untuk Syetan. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Tidak Bernafas atau Meniup dalam Wadah

Hal ini umumnya terjadi pada wadh minuman.

نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي اْلإِناَءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيْهِ.

Beliau sallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas di wadah atau meniup di dalamnya. (HR. At-Tirmizi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ahmad)

Doa karena Lupa Doa Sebelum Makan

Apabila seseorng lupa untuk, berdoa sebelum makan maka dianjurkan untuk berdoa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ في أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Dengan nama Allah di awalnya dan dia akhirnya. (HR. Ibnu Hibban)

Tidak Makan dengan Wadah Berbahan Emas atau Perak

لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا

Janaganlah kalian minum di wadah (berbahan) emas dan perak, dan janganlah kalian makan dipiringnya (emas atau perak) (HQ. Bukhari dan Muslim)

الَّذِي يَشْرَبُ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ

Yang minum di wadah perak, sungguh tiada lain, dia memasukkan di perutnya api neraka. (HR. Bukhari Muslim)

Tidak Mubazir Makanan

Mubazir merupakan sifat tercela, perilaku tidak menghargai makanan yang dikaruniakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, lebih-lebih peduli pada sudara-saudaranya yang kelaparan di negeri seberang sana.

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا O وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

Janganlah kamu berbuat tabzir. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat tabzir, mereka adalah saudara-saudara syetan. Dan syetan itu kepada Rabbnya orang yang kufu. (QS. Al-Isra: 26-27)

Makan dengan Tiga Jari dan Menjilatinya

Makanan yang bisa dimakan dengan jari sangat utama menggunakan tiga jari.

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ بِثَلاَثِ أَصَابِعَ، فَِإذَا فَرَغَ لَعِقَهَا

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa makan dengan tiga jari tangan, maka apabila  selesai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjilatinya. (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Doa Sesudah Makan

Ada beberapa macam doa sesudah makan yang diajarkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut paparannya:

1. Doa Sesudah Makan Riwayat Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan memberi rezeki ini kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.

Disebutkan dalam riwayat tersebut bahwa yang berdoa dengan doa itu, akan diampuni dosanya yang telah lewat.

2. Doa Sesudah Makan Riwayat Abu Dawud

‏الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ وَسَقَى ،‏‏ وَسَوَّغَهُ ،‏ ‏وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا

Segala puji bagi Allah Dzat Yang Memberi makan dan minum, membolehkannya, dan memberikan baginya jalan keluar

3. Doa Sesudah Makan Riwayat Bukhari dan Tirmizi

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا

Segala puji yang banyak, baik, dan barokah hanya milik Allah, Yang tidak perlu dicukupi, Yang tidak ditinggalkan (karena mahluq-Nya butuh kepada-Nya), dan Yang tidak ada (mahluq) cukup dan tidak memerlukan-Nya, wahai Rabbkami

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *