Doa Sebelum Tidur dalam Islam Lengkap (Arab, Latin dan Arti)

Manusia yang super lemah ini, tidak bisa hidup kalau tidak ada istirahat. Istirahat yang paling penting bagi makhluq ini adalah tidur. Di dalam kaca mata Islam, tentu berbeda merebahkan tubuh untuk istirahat dengan diiringi doa sebelum tidur dengan merebahkan tubuh tanpa basa-basi langsung tidur pulas.

Tempat Tidur
Doa sebelum Tidur (pixabay.com)

Tidur yang tiada lain yang dilakukan kecuali diam yang tak sadarkan diri, diatur dengan sangat sempurna oleh syariat Islam.

Ada banyak hal yang diajarkan syariat Islam sebelum tidur supaya tidur itu tidak sekedar diam dengan kehilangan akal, tapi juga bisa mendatangkan rahmat, barakah, dan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala, plus dinilai ibdah di sisi-Nya.

Tentu hal-hal seperti ini perlu dipelajari dan diamalkan seorang muslim sebagai bentuk apresiasinya dari memvonis dirinya sebagai muslim, seperti zikir dan doa sebelum tidur.

Supaya harian lebih berkah maka tak hanya fokus pada doa sebelum tidur saja, tapi juga doa harian lainnya, seperti doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa malam hari, doa pagi hari, doa naik kendaraan, doa minta rezeki, doa masuk kamar mandi, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa sebelum makan dan doa-doa lainnya.

Zikir dan doa sebelum Tidur

Ada beberapa bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai bagian dari zikir dan doa sebelum tidur yang sangat penting untuk dipelajari dan diamalkan.

1. Membaca Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencontohkan untuk mengumpulkan dua telapak tangan, kemudian ditiup dan membaca 3 surat tersebut. Setelah itu mengusap dengan dua telapak tangan tersebut, pada anggota tubuh yang bisa jangkau, mulai dari kepala, wajah dan anggota tubuh di bagian depan.

Berikut ini lafal surat Al-Ikhlash :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ O اللَّهُ الصَّمَدُ O لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ O وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin :

Bismillahirraahmanirrahim

Qul huwallahu ahad O Allahusshamad O Lamyalid wa lam yuulad O Walam yakullahu kufuwan ahad O

Arti :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

“Katakanlah (wahai Muhammad): Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Dzat Yang bergantung kepada-Nya (semua makhluk). Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada bagi-Nya, seorang pun yang sebanding (dengan-Nya).” (QS. Al Ikhlas: 1-4)

Berikut ini lafal surat Al-Falaq :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ O مِن شَرِّ مَا خَلَقَ O وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ O وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ O  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ O

Latin :

Bismillahirraahmanirrahim

Qul a’udzubirabbil falaq O Min syarrimaa khalaq O wa min syarri ghaasiqin idza waqab O wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod O wa min syarri haasidin idza hasad O

Arti :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb (Yang menguasai) Shubuh, dari keburukan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari keburukan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari keburukan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)

Berikut ini lafal surat An-Nas :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ O مَلِكِ النَّاسِ O إِلَهِ النَّاسِ O مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ O الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ O مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ O

Latin :

Qul a’udzu birabbin naas O Malikin naas O Ilaahin naas O Min syarril waswaasil khonnaas O Minal jinnati wan naas O

Arti :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari keburukan bisikan (syetan) yang (selalu) bersembunyi, yang membisikkan di dalam dada-dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)

2. Membaca Dua Ayat Terakhir dari Surat Al-Baqarah

Membaca dua ayat ini bisa dibilang bagian dari doa sebelum tidur, meskipun sebenarnya itu bacaan yang dihasung untuk dilantunkan di malam hari.

مَنْ قَرَأَ بِهِمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ.

Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari maka dua ayat tersebut telah mencukupinya (sebagai wasilah yang mencukupinya dari keburukan ). (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berikut ini lafal dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, yang sangat dihasung untuk dihafalkan bagi setiap muslim:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا   O نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ  O الْكٰفِرِيْنَ

Latin :

Aamanar rasuulu bi maa unzila ilahi mir rabbihi wal mu`minuun, kullun aamana billahi wa malaaikatihi wa kutubihi wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qaaluu sami’na wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir O

Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa mak tasabat, rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa au akhtha`naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishrang kamaa hamaltahu ‘alal ladziina ming qablinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqatalanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, war hamnaa, anta maulaanaa fan shurnaa ‘alal qaumil kaafiriin O

Arti :

“Beriman Rasul (Muhammad)  kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan diantara seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.” O

“Allah tidak membebani satu jiwa melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya (kebaikan) apa yang dia kerjakan (dia akan mendapat pahala) dan tanggungannya (kejahatan) apa yang dia usahakan (Mereka berdoa), “Ya Rabb kami, janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak memiliki kesanggupan untuk (memikul)nya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” O

2. Doa Sebelum Tidur yang Dapat Membawa Husnul Hatimah

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa sebelum tidur ini supaya dijadikan ucapan terakhir bagi yang hendak tidur.

Doa ini akan memberi fadhilah/manfaat baginya, berupa kesucian jiwa jika dia meninggal dunia ketika tidur. Berikut lafal doa tersebut:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ, لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Latin :

Allahumma aslamtu nafsii ilaika, wa fawwadhtu amrii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa alja`tu dzohrii ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja’a wa laa majaa minka illa ilaika, aamantu bikitaabikal ladzii anzalta, wa nabiyyikal ladzii arsalta

Arti :

Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu dan aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, dan aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku kepada-Mu karena harapan dan ketakutan kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tempat keselamtan dari (azab)-Mu kecuali kembali kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau utus. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud,dan at-Tirmidzi)

3. Doa sebelum Tidur yang Umum

Doa ini sudah umum di masyarakat muslim dan mudah dihafal, bahkan anak-anak kecil sudah banyak yang hafal.

بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa sebelum Tidur
Doa sebelum Tidur (http://littajribati.blogspot.com)

4. Doa sebelum Tidur Memohon Rahmat dan Penjagaan

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin :

Bismika robbi wadho’tu jambii, wa bika arfa’uh, fa in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazhu bihi ‘ibaadakash shoolihiin.

Arti :

“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan sisiku. Dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Apabila Engkau menahan (roh) jiwaku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka jagalah sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih.”

5. Doa sebelum Tidur Memohon Penjagaan dan Ampunan

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

Latin :

Allahumma innaka kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mahyaahaa, in ahyaytahaa fahfazh-haa, wa in ammatahaa faghfir lahaa. Allahumma innii asalukal ‘aafiyah.

Arti :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang mematikannya. Milik-Mu kematiaannya dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya, maka jagalah. Dan jika Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kesehatan.”

6. Doa sebelum Tidur Memohon Perlindungan dari Azab Akhirat

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Laytin :

Allahumma qinii ‘adzaabak, yawma tab’atsu ‘ibaadak.

Arti :

“Ya Allah, jagalahlah aku dari siksaan-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu .”

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Tidur

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum tidur sebagai bagaian yang diajarkan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, selain mendatang pahala, ada hal-hal yang bisa mendatangkan keamanan sehingga ketika tidur tak ada gangguan, lebih nyaman dan nyenyak.

Segera Tidur Setelah Isya’

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيْثَ بَعْدَهَا

Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum  Isya’ dan bercerita/ngobrol sesudahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah ajaran mulia Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai tonggak pembangunan peradaban Islam untuk umatnya. Islam sangat bertolak belakang dengan hal-hal yang berbau kesia-siaan, apalagi hal yang berpotensi melalaikan atau melengahkan dari amalan-amalan kebajikan.

Tidur sebelum isya’ merupakan amalan yang sangat berpotensi untuk melalaikan shalat isya’. Momen tersebut sangat utama kalau dimanfaatkan untuk zikir atau ibadah lainnya.

Ngobrol setelah isya’, apalagi sampai keluar rumah, merupakan kesia-siaan yang mengarahkan ke pegadang.

Waktu tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk segera tidur supaya bisa bangun malam lebih mudah, untuk menunaikan shalat malam atau digunakan untuk melakukan hal-hal kebaikan lainnya.

Memadamkan Api

Hal ini tidak hanya berlaku pada tidur malam saja tapi juga tidur di jam-jam lain, sebagai bentuk kewaspadaan dan pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِى بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ

Janganlah biarkan api di rumah kalian (menyala) ketika kalian sedang tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

احْتَرَقَ بَيْتٌ بِالْمَدِينَةِ عَلَى أَهْلِهِ مِنَ اللَّيْلِ ، فَحُدِّثَ بِشَأْنِهِمُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِىَ عَدُوٌّ لَكُمْ ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ

 Terbakar sebuah rumah di Madinah mengenai penghuninya pada waktu malam. Kejadian tersebut lantas diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya api ini sunguh tiada lain kecuali musuh kalian. Apabila kalian tidur, padamkanlah ia (supaya tidak mengenai kalian)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Menutup Pintu dan Wadah

Kegiatan ini memang sepele tapi efeknya besar, dan perlu ada usaha untuk membiasakannya. Hal ini tidak berlaku ketika menjelang waktu tidur saja, tapi setiap waktu. Memang pada waktu tidur lebih diprioritaskan karena orang lebih lengah ketika tibur dari pada ketika bangun.

 غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَحُلُّ سِقَاءً وَلاَ يَفْتَحُ بَابًا وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلاَّ أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ

Tutuplah wadah, ikatlah kantung air, kuncilah pintu, padamkanlah pelita karena setan tidak bisa membuka ikatan kantung air, tidak bisa membuka pintu, tidak bisa membuka wadah yang tertutup. Jika salah seorang di antara kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk menutup wadahnya kecuali dengan sebilah kayu dan menyebut nama Allah ketika itu, lakukanlah karena tikus (dapat) membakar rumah yang akan membahayakan penghuni rumah. (HR. Muslim)

Memakai Lampu yang tidak Terlalu Terang

Ketika tidur sebaiknya memakai lampu yang tidak terlalu terang. Kalau hal itu tidak memungkinkan, dan lebih nyaman dengan lampu mati, sebaiknya dimatikan. Ada beberapa manfaat bagi tubuh menurut riset, ketika tidur dengan lampu yang padam, seperti memudahkan untuk tidur dan meningkatkan kemampuan berfikir otak.

Wudhu sebelum Tidur

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, menghasung umat untuk wudhu sebelum tidur.

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ.

Jika kamu mendatangi tempat pembaringanmu (tempat tidur) maka wudhulah sebagaimana kamu wudhu untuk shalat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  Baca juga Doa sesudah Wudhu

Miring ke Kanan

Bagian dari sunnah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, tidur miring menghadap ke kanan.

اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ

Berbaringlah di atas bagian (tubuh)mu yang kanan (miring menghadap ke kanan). (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tidak Tengkurap

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, melarang tengkurap karena itu perilaku penghuni neraka (nauzubillah min zalik) yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. 

يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ

Wahai Junaidib, Sesungguhnya tiada lain ini (tengkurang) pembaringan (posisi tidur) penghuni neraka (HR. Ibnu Majah) 

إِنَّهَا ضَجْعَةٌ يَبْغَضُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Sesungguhnya ia (tengkurab) merupakan pembaringan (posisi tidur) yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla. (HR. Abu Dawud)

Doa Bangun Tidur

jam alarm bangun tidur
Doa bangun Tidur

Doa bangun tidur juga diajarkan oleh Nabi kita Sallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai bentuk apresiasi syukur kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala karena telah menghidupkan kembali.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Segala puji bagi Allah Dzat yang Menghidukan kita setelah Mematikan kita, dan kepadanya dibangkitkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

…………………………………………………….

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah penulis. Salam penulis untuk mas Alhadi Ibrahim.

By : idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *