Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara (Lengkap Arab, Latin, & Arti)

Doa naik kendaraan termasuk bagian dari ajaran Islam. Doa tersebut juga berlaku pada kendaraan darat, laut maupun udara. Artikel ini akan mengupas lengkap doa tersebut dengan lafal arab, latin dan artinya. Selain doa naik kendaraan ada banyak doa yang diajarkan dalam Islam, seperti doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa minta rezeki, doa keluar rumah, doa sebelum makan, doa sesudah wudhu, doa naik kendaraan, doa malam hari, dan doa pagi hari.

Doa Naik Kendaraan

Ada beberapa lantunan yang diajarkan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menyangkut dengan doa naik kendaraan.

Doa Naik Kendaraan dalam Al-Quran

Doa naik kendaraan memang sunnah yang banyak dilupakan.

بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Doa ini dari hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmizi rahimahumallah. Ayat tersebut saja (QS. Az-Zuhruf: 13) juga cukup jadi doa naik kendaraan.

doa-naik-kendaraan
Doa Naik Kendaraan (idaroh.com)

Doa Naik Kendaraan dengan Zikir ketika Berkendaraan

Zikir
doa-naik-kendaraan (akhbarislam.com)

Berikut hadits tentang zikir di kendaraan:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Dari Jabir radiyallahu anhu dia berkata: “Kami apabila menanjak, kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.” (HR. Bukhari)

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tak hanya mengajarktan doa naik kendaraan tapi juga zikir.

Baca juga doa keluar kamar mandi

Video Doa Naik Kendaraan Lengkap (Arab, Latin dan Artinya)

Video Doa Naik Kendaraan untuk Anak (Cocok Buat Anak TK)

Fasilitas Kendaraan

Kendaraan memang anugerah dari Allah subhanahu wa taa la yang sangat besar, sehingga manusia sangat dimudahkan perjalannya. Kegiatan yang membutuhkan perjalanan jauh bisa ditempuh dengan cepat dengan adanya kendaraan.

Kendaraan juga tonggak pergerakan ekonomi manusia, membuat banyak lapangan kerja, membuat banyak peluang bisnis dan membuka banyak pasaran.

Kita lihat ada penjual kendaraan, jasa penjualannya, jasa pengiriman barang, penyewaan kendaraan dan jasa tumpangan.

Kendaraan punya peran besar dalam kemajuan ekonomi perusahaan, toko, pasar dan taman hiburan.

Barang dagangan dengan segala macamnya bisa distok dengan cepat dari berbagai tempat. Pengunjung tempat hiburan atau pembeli bisa datang dari berbagai daerah.

Hal ini tidak terjadi di zaman mesin sekarang ini saja, tapi sudah sejak zaman onta. Kendaraan semisal kuda, keledai, ataupun unta punya perannya tidak jauh berbeda dengan kendaraan motor zaman sekarang.

Fasilitas Kendaraan
(pixabay.com)

Mungkin bisa dibilang semakin maju kendaraan, pintu perkembangan ekonomi juga terbuka. Bahkan karena kendaraan semakin canggih, sampai manusia dengan pesawat bisa pergi antar benua dengan waktu cukup singkat.

Bayangkan apa yang terjadi misalnya minyak bumi sebagai bahan bakar kendaran kita sekarang ini, distop dan tidak ada bahan bakar alternatif lain. Manusia tidak memiliki alternatif kendaraan lain misal onta atau keledai, karena tidak ada.

Kendaraan tak lebih rongsokan yang kempling dan mulus. Roda perputaran ekonomi berhenti.  Maka yang terjadi adalah krisis besar. Krisis ekonomipun terjadi, kemudian berlanjut ke krisis sosial dan politik.

Kalau sudah seperti ini, krisis kemanusian adalah puncaknya. Banyak perampokan, penjarahan, pembunuhan, dan peperangan.

Manusia jangan Sombong!

Kuda, onta dan keledai bisa ditunggangi itu bukan karena kehebatan manusia karena bisa menjinakkannya. Allah subhanahu wa taala lah yang meluluhkan binatang tersebut, sehingga mau di tunggangi.

Kemunculan kendaraan canggih sekarang dengan berbagai motor penggeraknya, bukan karena kecerdasan manusia, tapi itu karena kemurahan Allah subhanahu wa taala kepada hamba-Nya, dengan membuat unsur-unsur perankat kendaran tersebut bisa beraktivitas sesuai hukum alam-Nya.

Kita patut bahkan wajib bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala dengan keberadaan kendaraan, apalagi sekarang semakin canggih.

Bersyukur bukan dengan sombong atau bertingkah sewenang-wenang mengikuti hawa nafsu, tapi dengan mentaati-Nya dengan menjalankan perintah-Nya semampunya dan menjahui semua larangan-Nya tanpa terkecuali.

Bersyukur tidak cukup dengan kata-kata, tapi juga perlu diaplikasikan dengan bentuk amalan ketaatan.

Adab Berkendaraan  

Adab Berkendaraan
pixabay.com

Secara umum, selain kita memperhatikan amalan-amalan keseharian untuk memperbaikinya, sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa taala, kita juga perlu memperhatikan hal yang berkaitan dengan kendaraan secara khusus, semisal doa naik kendaraan, dalam rangka menyempurnakan syukur kita kepada-Nya.

Ada banyak hal yang berkaitan dengan kendaraan selain doa naik kendaraan, yang perlu diperhatikan.

Tidak Sombong dalam Berkendaraan

doa-naik-kendaraan
pixabay.com

Sombong memang penyakit hati yang rawan menjerat banyak kalangan, mulai dari kyai apalagi yang banyak dosa. Penyakit ini bisa jadi awal petaka besar bagi jin dan manusia, sebagaimana yang telah terjadi pada Iblis dan Qabil putra Nabi Adam alaihis salam.

Manusia dengan kekayaan, ketampanan yang dimilikinya, dengan jabatan, ketokohan, keilmuwan, kekiyaian yang disematkan pada dirinya, atau dengan kendaraan mewah yang ditumpanginya, mudah tumbuh di hatinya benih-benih kesombongan, malah kadang berwujud sikap.

Hal ini kadang terjadi ketika ia berjalan, berkendaraan atau berada di tengah banyak orang.

Kerendahan hati terkikis dengan kebanggaan akan kehebatan dirinya sendiri. Pujian banyak orang malah mempersubur benih kesombongan itu.

Allah subhanahu  wa taala telah melarang keras sikap tersebut di dalam Al-Quran. Berikut kutipannya:

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mencapai (sama dengan) gunung (dalam hal) ketinggian.” (QS. Al-Isra: 37)

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

“Dan janganlah engkau memalingkan wajah dari manusia dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

 Ayat tersebut jelas menerangkang larangan sombong dalam hal apapun, bejalan, berkendaraan, berbicara, bersikap, dan selainnya.

Allah subhanahu wa taala telah mengabadikan kisah manusia sombong karena kekayaannya  di dalam Al-Quran. Ia dikenal dengan nama Qarun.

Berikut kisahnya:

اِنَّ قَارُوْنَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوْسٰى فَبَغٰى عَلَيْهِمْ ۖوَاٰتَيْنٰهُ مِنَ الْكُنُوْزِ مَآ اِنَّ مَفَاتِحَهٗ لَتَنُوْۤاُ بِالْعُصْبَةِ اُولِى الْقُوَّةِ اِذْ قَالَ لَهٗ قَوْمُهٗ لَا تَفْرَحْ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ

“Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, maka dia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami (Allah) telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan-perbendaharaan yang kunci-kuncinya sungguh memberatkan (ketika dipikul) sekelompok orang yang punya kekuatan. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau berbangga (diri). Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (QS. Al-Qashas: 76 )

Kekayaan Qarun yang sangat melimpah, membuatnya sombong singga berani sewenang-wenang kepada kaumnya. Merekapun akhirnya mengingatnya supaya tidak sombong karena Allah subhanahu wa taala tidak menyukai orang yang sombong.

Qarun pun menanggapi mereka dengan jawaban yang tersebut dalam ayat 78. Berikut kutipannya:

قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْۗ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗوَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya tiada lain aku diberinya (harta itu), karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan sebelumnya generasi-generasi yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak kumpulan (harta)? Dan tidak ditanya tentang dosa-dosa mereka, orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-Qashas: 79)

Kesombongan Qarun membuatnya lupaa bahwa harta yang ada padanya itu pemberian Allah subhanahu wa taala.

Kesombongannya juga diwujudkan dengan pamer kekayaan yang dia rasa hasil kehebatannya.

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖ ۗقَالَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا يٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ قَارُوْنُۙ اِنَّهٗ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ

Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan perhiasannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Semoga kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang agung.” (QS. Al-Qashas: 79)

Akhirnya kesombongannya juga terbalaskan di dunia.

فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ ۗفَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖوَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ

“Maka Kami benamkan dia (Qarun) dan rumahnya ke bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat menaklukan (azab).” (QS. Al-Qashas: 81)

Kita semua berlindung kepada Allah taala dari sifat sombong dan akibatnya.

Doa Memohon Keselamatan Di Waktu Pagi dan Sore 

doa-naik-kendaraan
pixabay.com

Sangat utama tatkala kita berdoa dengan doa berikut, tidak hanya doa naik kendaraan saja yang kita lantunkan. Berikut riwayatnya dari kitab sunan milik Imam At-Tirmizi:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ

“Tidaklah seorang hamba membaca di pagi setiap hari dan sore setiap malam:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Sebanyak tiga kali, maka tidak memadhorotinya sesutupun.”(Riwayat ini dishahihkan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzi dan Syaikh Al-Albani)

Doa Naik Kendaraan

Hal ini telah dipaparkan subbab sebelumnya.

Berjamaah ketika Safar

doa-naik-kendaraan

Kalau berkendara untuk safar, maka lebih utama kalau berjamaah dengan jumlah minimal tiga. Hal ini sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam:

عَنٍ عَمْرو بْنِ شُعَيْبٍعَنْ أبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ رضي الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ و الرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَ الثَّلاَثَةُ رَكْبٌ

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,”Satu pengendara sendirian adalah syetan, dan dua pengendara adalah dua syetan. Sedangkan bertiga adalah kafilah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmizi, dan An-Nasai dengan sanad yang shahih, At-Tirmizi menilai: hadits hasan)

Orang bepergian sendirian, dia akan mudah dijerumuskan oleh syetan ke maksiat, bahkan kalau berdua pun masih mudah bagi syetan. Tapi tatkala berjumlah tiga akan lebih aman. Tentu dalam hal ini, berjamaah dengan orang baik, bukan orang ahli maksiat yang akan malah menjerumuskannya ke maksiat.

Siklus saling mengingatkan akan terbentuk di jamaah, misalnya mengingatkan shalat, doa naik kendaraan, dan zikir, atau mencegah kemungkaran atau hal yang menjerumuskan bahaya.

Memandang yang Lebih Rendah

doa-naik-kendaraan
pixabay.com

Sebagai hamba Allah taala kita harus tetap syukur dengan apa yang kita miliki. Jangan sampai kita terlalu banyak memandang orang yang lebih kaya atau mewah kendaraannya sehingga hal itu bisa mengikis rasa syukur kita atau membuat hati hanya terpaku pada dunia.

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, dan jangan melihat orang yang di atas kalian. Maka hal Itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian.” (HR. Muslim)

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ

Apabila salah seorang di antara kalian melihat kepada orang yang dilebihkan kepadanya dalam hal harta dan penciptaan (sepeti fisik), maka hendaknya ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya.” (HR. Bukhari)

Menjaga Pandangan

doa-naik-kendaraan
pixabay.com

Allah subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk menjaga pandangan dari perempuan yang bukan mahram.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (QS. An Nuur: 30)

Taat Lalu Lintas

doa-naik-kendaraan
pixabay.com

Peraturan lalu lintas dibuat supaya jadi sistem yang memudahkan dalam berkendara dan menghindarkan dari kecelakaan nauzubillah min zalik. Pelanggaran yang terjadi itu kezoliman karena bisa membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

…………………………

Terima kasih, anda telah membaca artikel Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara (Lengkap Arab, Latin, & Arti), semoga bermanfaat bagi banyak masyarakat dan bisa jadi investasi akhirat bagi penulis.

 

By : Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *