Doa Minta Rezeki (Mengharap Rezeki yang Melimpah, Lancar, tak Terduga dan Berkah)

Doa minta rezeki melimpah dan tak terduga perlu dipelajari setiap muslim agar usahanya di mudahkan oleh Allah Ta’ala. Sebelum masuk ke doa-doa minta rezeki yang bertuliskan arab maupun latin, simak dulu berikut ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia, hewan dan tumbuhan membutuhkan makanan untuk dimakan sebagai sarana bertahan hidup. Ketika mereka lapar dan tidak punya apa yang bisa dimakan, otomatis mereka tidak akan diam diri di rumah sambil menunggu makanan datang dengan sendirinya.

Mereka akan keluar rumah mencari apa yang bisa dimakan supaya bisa bertahan hidup. Makan merupakan kebutuhan harian manusia. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatur rezeki untuk mereka semua, tanpa ada yang terlewatkan.

Doa Minta Rezeki (Berharap yang Melimpah, Lancar & TakTerduga)

Doa Minta Rezeki yang Melimpah dan Tak Terduga
Doa Minta Rezeki yang Melimpah, Lancar dan Tak Terduga (pixabay.com)

Doa minta rezeki tidak harus dengan lafal yang ada di dalam Al-Quran atau yang dicontohkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan doa dengan bahasa apapun juga diperbolehkan.

Tapi, akan lebih utama jika lafal doa itu berdasarkan lafal-lafal yang ada dalam Al-Quran atau hadits. Berikut ini lafal doa minta rezeki yang ada di dalam Al-Quran dan hadits.

  •  Doa Sapu Jagat

Doa sapu jagat sudah sangat mencukupi dan mewakili doa minta rezeki yang halal dan baik, apapun itu bentuk dan wujudnya.

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rab kami, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat (berikan pula) kebaikan , dan lindungilah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)

اللَّهُمَّ آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat (berikan pula) kebaikan , dan lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa minta rezeki ala doa Nabi Isa ‘alaihissalam

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang pertama kami (yang hidup bersama kami) maupun orang-orang akhir kami(yang hidup setelah kami), dan menjadi tanda kekuasaan dari-Mu, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS. Al-Maidah: 114)

  • Doa minta rezeki ala Nabi Musa ‘alaihissalam

اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Ya Allah, sesungguhnya aku orang yang sangat membutuhkan suatu kebaikan (makanan atau selainnya) yang Engkau turunkan kepadaku. (QS. Al-Qashas: 24)

  • Doa minta rezeki sesuai contoh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam

اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَ لَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لَا يَنْفَعُ ذَى الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Ya Allah, tidak ada yang menghalangi (untuk mendapat pemberian) bagi apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang memberi bagi apa yang Engkau cegah (untuk mendapat pemberian). Tidaklah bermanfaat nasib baik itu untuk menyelamatkan dari siksa‐Mu. (HR. Bukhari)

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Ya Allah, aku berlidung kepada-Mu dari kekafiran, kefaqiran, dan azb qubur. (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Abi Syaibah)

Berlindung kepada Allah ta’ala dari kefaqiran masuk kategori doa minta rezeki.

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan sifat bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari (lilitan) hutang yang mengalahkan dan pemaksaan dari orang-orang. (HR. Abu Dawud)

Berlindung kepada Allah ta’ala dari lilitan hutang sampai terbebani untuk melunasinya bagaian dari doa minta rezeki.

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan (harta) halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari yang selain-Mu. (HR. Ahmad)

Doa Mengharap Rasa Syukur

Tidak hanya doa minta rezeki saja yang dipanjatkan untuk mengharap karunia Allah Ta’ala, tapi akan lebih utama kalau dipanjatkan juga doa supaya dianugerahi rasa syukur.

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِيْ فِي ذُرِّيَّتِيْ إِنِّيْ تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Wahai Rabku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai, dan perbaikilah untukku pada keturunanku, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqâf: 15)

Meyakini Rezeki sudah Diatur Oleh Allah Ta’ala

Allah subhanahu wa taala Yang Maha Kuasa, Bijaksana, dan Adil telah mengatur rizeki untuk mereka semua tanpa terkecuali.

Tentu para mahluk itu tak perlu hawatir tidak dapat jatah rezeki, karena semuanya sudah dijamin oleh Pencipta alam semesta.

Allah subhanahu wa ta’ala berkalam di dalam Al-Quran:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidaklah makhluk merayap di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) di dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Hud: 6)

Tatkala keyakinan seperti ini sudah tertanam pada seseorang dia tidak akan mencurahkan tenaga dan waktunya hanya mencari rezeki, sehingga lupa beribadah kepada Allah ta’ala, yang merupakan tugas pokoknya.

Dia tidak akan menerobos rambu-rambu agama yang sudah menjadi sistem hidupnya, demi meraup uang yang banyak tapi berstatus haram. Perilaku tersebut juga tidak menjamin dia menjadi kaya.

Rezeki tak Sekedar Harta Benda

Umumnya orang, betranggapan rezeki melulu hanya dikrucutkan pada harta benda atau materi. Itu cara pandang yang sangat salah fatal. Ketika anda punya pikiran seperti itu, maka itu hanya akan membawa pikiran anda hanya fokus pada harta benda, uang dan materi lainnya, sehingga anda melupakan banyak hal penting dan lebih utama.

Begitu juga, ketika anda belum dikarunia apa yang anda inginkan, anda putus asa, banyak mengeluh, dan yang sangat parah kalau sampai tak bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengkufuri atas karunia-Nya. Nauzubillahiminzalik.

Rezeki ada banyak macam dan kriteriannya, yang harus kita syukuri. Ketika anda sehat itu juga nikmat yang sangat besar yang tak ternilai.

Berapa banyak orang yang melimpah harta bendannya tapi banyak penyakit kronis bersarang pada tubuhnya. Sudah pasti kesehatan yang anda miliki lebih besar nilainnya dari harta sebanyak apapun. Dan anda pasti juga tak mau berada dalam posisi tersebut.

So, tetap bersyukur, banyak beramal, banyak berdoa dan selalu bekerja keras.

Usaha Mencari Rezeki Besanding dengan Doa Minta Rezeki

Doa Minta Rezeki dan Usaha
Doa Minta Rezeki dan Usaha (Pixabay.com)

Meskipun rizeki itu sudah diatur oleh Pencipta alam semesta, bukan berarti orang enak-enakan tanpa usaha terus tiba-tiba hujan emas. Dia

Kalau istilah orang jawa, tenguk-tenguk entok getuk, duduk-duduk dapat getuk (makanan yang dibuat dari ubi yang direbut kemudian dicampur gula dan kelapa, sekaligus ditumbuk).

Usaha saja tidak cukup, karena manusia itu sangat lemah. Mereka harus menggantungkan segala usahanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan cara doa memohon kepada-NYa.

Orang yang berusaha tanpa mengiringi usahanya dengan doa, maka dia orang yang sombong. Dia merasa bisa dan tidak butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Padahal segala kesuksesan itu berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sekeras apapun usahanya kalau Allah subhanahu wa ta’ala tidak berkehendak untuk memberinya kesuksesan maka dia tidak akan pernah dapat kesuksesan.

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya orang yang tidak meminta kepada ALlah, niscaya Dia akan marah atasnya. (HR. At-Tirmizi)

Begitu juga sebaliknya, orang yang memperbanyak doa, memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala setiap harinya, tapi dia tidak berusaha keras untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, berarti dia berbohong.

Kenapa dia disebut berbohong?

Karena dia mengatakan sesuatu yang diwujudkan doa, tapi tanpa ada bukti dari perilakunya yang membenarkan ucapannya.

Sebagai orang beriman kepada Allah ta’ala maka selayaknya dia mencari rezeki dengan berusaha keras, berdoa minta rezeki, dan tentu tidak melupakan rambu-rambu agama yang sudah menjadi prinsip hidupnya.

Mencari Rezeki dengan Sistem Islam

Islam dengan kesempurnaannya sudah mengatur manusia di segala aspek, termasuk dalam mencari rezeki. Islam mempunyai rambu-rambu yang jelas dalam ekonomi. Seorang yang mengklaim dirinya menganut Agama Islam maka wajib baginya mengikuti rambu-rambu ini demi keamanan dirinya.

يَِااََيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia! Makanlah dari apa yang terdapat di bumi (makanan) yang halal yang baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu. (QS. AL-Baqarah: 168)

Rambu-rambu Islam tidak hanya membawa keamanan dan keselamatan di dunia saja tapi juga sampai di akhirat. Tidak hanya membawa kemaslahatan bagi dirinya saja tapi juga bagi orang lain.

Islam sudah menetapkan mana barang yang halal, mana yang haram, bagaimana cara kerja yang halal dan bagaimana yang haram. Tentu halal-haram harus sudah diketahui seorang muslim, dan yang terpenting berjalan sesuai arahan tersebut.

Rezeki Halal Membawa Keselamatan dan Kemaslahatan di Dunia

Salah satu prinsip dasar seorang muslim adalah meyakini bahwa hukum Allah ta’ala mempunyai hikmah dibalik itu. Meskipun nalar manusia tidak menemukannya.

Islam jelas mengharamkan khamr untuk diminum atau diperjualbelikan. Sederhananya, kalau manusia mau mengikuti rambu ini, tentu kejahatan kerusakan akan sangat berkurang.

Karena mabuk itu membawa seorang untuk bertindak kriminal, ugal-ugalan di jalan yang bisa mencelakai dirinya ataupun orang lain, dan merusak mental dan organ tubuhnya. Inilah salah satu contoh hikmah dibalik hukum Islam.

Dan yang terpenting adalah rahmat dan berkah dari Allah ta’ala. Kalaupun manusia secara nalar belum menemukan hikmah dari aturan-aturan Islam, insya Allah dia akan mendapatkan kasih sayang dan pertolongan dari-Nya, sadar atau tidak sadar kalau dia sudah menjalankannya.

Dia akan mudah berbuat baik, mendapatkan jalan keluar dari segala masalahnya, dimudahkan urusannya dan mendapat rezeki yang tak terduga.

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ O وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا

Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga (QS. At-Thalaq: 2-3)

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan untuknya, dari urusannya (berupa) kemudahan. (QS. At-Thalaq: 4)

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Dan kalau saja penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh Kami bukakan atas mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, dan akan tetapi mereka mendustakan (aturan Allah), maka Kami siksa mereka sesuai dengan sebab apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-A’raf: 96)

Kemaslahatan dunia hanya bisa diraih tatkala manusia mau beriman dan tunduk pada aturan Allah ta’ala. Sekeras apapun usaha manusia untuk meraih kemaslahatan dunia ini, dengan berabagai cara, tapi jauh dari aturan Allah ta’ala, maka yang terjadi adalah kerusakan dan bencana.

Rezeki Halal Membawa Keselamatan dan Kemaslahatan di Akhirat

Urusan akhirat merupakan perkara yang berkaitan erat dengan keyakinan. Hanya orang yang beriman kepada Allah subha nahu wa ta’ala saja yang percaya dengan keberadaan akhirat.
Orang yang yakin dengan keberadaan akhirat tentu dia akan mencari bekal untuk hidup di hari kemudian itu. Keselamatan di sana adalah prioritasnya.

Bagi orang beriman musibah terbesar adalah azab akhirat dan kesuksesan terbesar adalah kesuksesan akhirat. Sehingga tatkala dia menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala harapan terbesarnya adalah keselamatan dan kesuksesan di akhirat, sedangkan kemaslahatan dunia tak lebih sekedar bonus baginya.

Berikut ini ayat dan hadits yang menerangkan tentang beberapa hal yang haram beserta ancamannya.

  • Ancaman bagi pelaku riba dan yang menghalalkannya

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka mengatakan bahwa jual beli sama dengan riba. Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Rabnya, lalu dia berhenti, maka baginya apa yang telah lewat, Dan perkaranya (dikembalikan) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 275)

  • Ancaman bagi pemakan harta anak yatim dengan cara zhalim

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya tiada lain mereka itu memakan di dalam perutnya api dan mereka akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala. (QS. An-Nisa’: 10)

  • Daging yang tumbuh dari makanan haram

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ ، النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Tidaklah masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) haram, neraka lebih patut dengannya. (HR. Ahmad)

Mencari Harta bukan Tujuan Hidup

Manusia dan jin hidup di dunia ini, tidak punya tugas kecuali ibadah dan taat kepada Allah ta’ala. Mereka diciptakan tidak untuk bekerja mencari rezeki sebanyak-banyaknya kemudian menikmatinya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat: 56)

Rezeki memang kebutuhan manusia, tapi itu tak lebih sarana untuk bertahan hidup. Jangan sampai sarana diprioritaskan, dan tujuan dikesampingkan.

Jangan Melupakan Jatah Rezeki

Doa Minta Rezeki
Doa Minta Rezeki & Bekerja Keras (pixabay.com)

Manusia dan jin memang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tapi bukan berarti mereka tidak boleh bekerja untuk mencari rezeki sebagai bekal hidupnya. Bahkan itu merupakan kewajiban mereka sebagai sarana bertahan hidup agar bisa beribadah.

Maka ujung dari bekerja mencari rezeki adalah ibadah. Dalam Islam hal itu dinilai ibadah, tatkala memang diniatkan mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika rezeki jadi sarana beribadah kepada Allah ta’ala, tentu cara mencarinya bukan dengan memaksiati-Nya.

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (rezeki) kampung akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu dari dunia. (QS. Al-Qashas: 77)

Ayat ini menerangkan tentang perintah untuk mencari pahala akhirat dengan harta anugerah Allah ta’ala. Begitu juga ayat ini melarang untuk melupakan bagian dunia.

Bagian dunia disini bukan segala kenikmatan dunia tanpa mempedulikan halal-haramnya, tapi ia hanya rezeki halal yang tidak belebihan sebagai sarana beribadah.

Doa minta rezeki memang sudah seharusnya menjadi doa harian yang selalu dilantunkan oleh masyarakat muslim yang ingin hidup dengan rezeki berkah dan melimpah.

 Berikut ini amalan yang diharapkan Allah Ta’ala memudahakan rezeki kita karenanya.

Itulah doa minta rezeki dan hal yang perlu kita perhatikan, supaya hidup ini menjadi berkah, nyaman dan ditolong oleh Allah Ta’ala dengan mendatangkan rezeki yang melimpah, lancar dan datang tak terduga.

By: Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *