Doa Masuk Masjid Sesuai Sunnah (Versi Panjang dan Pendek)

Ada doa harian yang sangat banyak, yang diajarkan dalam Islam, seperti doa pagi hari, doa malam hari, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa sebelum dan sesudah wudhu, doa masuk kamar mandi, doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa minta rezeki, dan doa naik kendaraan. Itu semua sangat penting untuk dipelajari dan diamalkan.

Doa Masuk Masjid Sesuai Sunnah 

Banyak sekali sunnah yang ditinggalkan oleh kaum muslim. Doa masuk masjid termasuk sunnah dari sekian banyak sunnah yang terlupakan.

Ya, orang shalat berjamaah di masjid itu sudah menjalankan sunnah yang sangat ditekankan.

Tapi akan lebih sempurna shalat jamaahnya kalau diiringi sunnah doa masuk masjid, tentu tidak melupakan juga sunnah yang lainya.

Berikut ini lafal doa tersebut:

اَللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya Allah, bukakan untukku pintu-pintu rahmat-Mu” (HR. Muslim, An-Nasai, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Doa Masuk Masjid
Doa Masuk Masjid (idaroh.com)

Doa Masuk Masjid (Versi yang Panjang)

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“A‘udzu billahil ‘azhim wa biwajhihil karim wa sulthanihil qadim minas syaithanir rajim. Bismillahi wal hamdulillah. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala ali sayyidina muhammadin. Allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba rahmatik”.

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan dengan kerajaan-Nya Yang Qadim, dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Ya Allah, ampuni untukku segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu”.

Boleh juga yang ini.

بِسْمِ اللهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik”.

“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah kepadaku pintu rahmat-Mu”.

Video Doa Masuk Masjid (Arab, Latin dan Artinya)

Video Doa Masuk Masjid (Cocok untuk Anak TK)

Anak usia TK, berkisar umur 6 tahun, sudah sangat tepat bila diajari dengan sedikit doa-doa dalam Islam, termasuk dalam bab ini doa masuk masjid. Tapi tips mengajarinya bukan dengan cara paksaan atau dengan diajari baca.

Pembelajaran seperti itu, sangat tidak tepat untuk anak usia TK. Disarankan keras untuk dihindari, karena bisa berpotensi mengganggu mental belajar anak di usia remajanya. Untuk usia TK ke bawah, pembelajarannya cukup dengan diperdengarkan secara rutin ayat Al-Quran, doa atau semisalnya.

Apa itu Islam? Apa Hubungannya dengan Sunnah Doa Masuk Masjid?

Kata islam kalau kembalikan ke bahasa arab itu artinya penyerahan. Kata الاِسْلَامُ berupa kata masdar dari kata fiil   اَسْلَمَ – يُسْلِمُ  yang berarti penyerahan. Kalau begitu Islam adalah agama penyerahan diri?

Ya, Islam adalah agama yang didasari penyerahan diri hanya kepada Allah dengan cara mengesakan dan beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala disertai pasrah dan menerima semua aturan dan ajaran yang disampaikan oleh Rasul-Nya Muhammad sallahu alaihi wa sallam tanpa terkecuali.

Setelah kita tahu tentang Islam, kita sekarang juga perlu tahu tentang apa itu muslim. Kita juga perlu tahu artinya dulu secara bahasa.

Muslim secara bahasa berarti orang yang menyerahkan diri, pelaku atau fail dari islam itu.

Dalam konteks ajaran Islam, muslim adalah orang yang menyerahkan diri hanya kepada Allah dengan cara mengesakan dan beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala disertai pasrah dan menerima semua aturan dan ajaran yang disampaikan oleh Nabi-Nya Muhammad sallahu alaihi wa sallam tanpa terkecuali.

Kalau dalam bahasa jawa mungkin inilah yang disebut dengan pasrah bongkoan, pasrah menerima semuanya tanpa tebang pilih.

Pasrah Bongkoan

doa masuk masjid
Doa Masuk Masjid (pixabay.com)

Dalam Islam, menerima ajarannya itu suatu keharusan yang tidak ada pilihan lain. Tidak ada istilah, menerima sebagian aturan atau ajaran dan menolak sebagiannya.

Allah subhanahu wa taala telah menjelaskan di dalam Al-Quran, ayat yang menerangkan hal tersebut.

Berikut ini penukilannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam as-silmi ( Islam) secara menyeluruh, dan jangan kalian ikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya ia bagi kalian adalah musuh yang nyata.” (QS. Al-Baqarah)

Para ulama tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan as-silmi itu adalah Islam.

Dalam ayat tersebut sudah jelas diterangkan bahwa Allah subhanahu wa taala menyeru kepada orang beriman supaya mereka masuk dalam semua ajaran Islam  dengan menerimanya dan menjalankannya tanpa memilah da memilih sesuai dengan  hawa nafsu mereka.

Memilah da Memilih Ajaran Islam

Manusia punya kecenderungan mengikuti hawa nafsunya termasuk dalam menerima dan menjalankan ajaran Islam.

Ada sebagian orang menerima semua ajaran Islam, tetapi menjalankan sebagiannya dan meninggalkan sebagiannya.

Kriteria orang seperti ini banyak melekat pada kebanyakan umat Islam sekarang ini. Sudah jelas hal ini bertentangan dengan perintah Allah subhanahu wa taala yang dijelas dalam surat Al-Baqarah ayat 208 tersebut.

Kalau kita mau memperhatikan keadaan umat ini, teryata kita akan mendapati kriteria yang lebih parah dari kriteria yang pertama tadi. Kriteria ini bisa dibilang, sudah ada kesamaan dengan orang-orang ahli kitab.

Prilaku buruk ini berupa penolakan, penentangan, emoh dengan sebagaian ajaran dan aturan dalam Islam meskipun menerima sebagianya.

Tentu yang dibahas di sini lebih mengarah ke persoalan yang masuk kategori prinsip yang disepakati ulama sejak zaman para sahabat radiyallahu anhum sampai  akhir zaman nanti, bukan persoalan ijtihad atau furu’ yang masih ada perselisihan sejak zaman dulu.

Orang yang menolak dan menentang sebagian hukum dan aturan Islam itu lebih besar dosanya dari pada orang yang masih menerimanya tapi perilakunya menyalahinya.

Contoh mudahnya begini, orang yang minum khamr itu lebih ringan dosanya dari pada orang yang menentang dan menolak hukum keharaman khamr tersebut, apalagi disertai dengan meminumnya.

Pernyataan begini jangan disalahtafsirkan dan dijadikan dalih pembenar minum khamr atau maksiat yang lainnya. Minum khamr tetap dosa besar.

Mengikuti Umat Terdahulu

Disebutkan dalam satu hadits shahih, dari Said Al-Khudri radiyallahu anhu, dia berkata Rasulullah sallahu alahi wasallam bersabda:

 لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“sungguh benar-benar kalian akan mengikuti ajaran-ajaran orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai kalau saja mereka masuk lubang biawak, sungguh kalian akan mengikuti mereka. Berkata kami “wahai Rasulullah, (apakah mereka yang diikuti itu) orang Yahudi dan Nasrani?” Bersabda Rasulullah “Lantas siapa (kalau bukan mereka)?” (HR. Muslim) 

Perilaku penetangan seperti ini sudah ada sejak zaman para nabi alaihimus salam dahulu yang diutus oleh Allah subhanahu wa taala kepada Bani Israil.

Sebagian Bani Israil  juga masih melakukannya di tengah keberadaan Nabi Muhammad sallahu alaihi wa sallam.

Allah subhanahu wa taala telah menjelaskan di dalam surat Al-Baqarah tentang penyimpangan tersebut yang masih dilakukan para ahli kitab dari Bani Israil.

Berikut kutipan ayatya:

اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍۚ فَمَا جَزَاۤءُ مَنْ يَّفْعَلُ ذٰلِكَ مِنْكُمْ اِلَّا خِزْيٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ  يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Apakah kalian mengimani sebagian kitab dan kufur sebagian kitab? Maka tidaklah balasan bagi yang melakukan itu dari kalian kecuali kehinaan di kehidupan dunia. Dan pada hari kiamat mereka akann di kembalikan ke azab paling dahsyat. Dan Allah tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 85)

Menjalankan perintah Allah terikat dengan kemampuan. Islam tidak memaksa pemelukya melaksanaan amalan melebihi kemampuannya.

Misalnyanya, dalam ajaran Islam Haji hukumnya wajib, tapi hanya bagi yang punya kemampuan secara fisik dan finansial. Kalau gugur salah satu kemampuan itu maka kewajiban juga gugur.

Sedangkan dalam meninggalkan kemaksiatan, tidak ada kata tidak mampu. Semua orang mampu untuk meninggalkan maksiat. Yang dibutuhkan dalam hal ini hanayalah diam.

Semua orang mampu untuk diam. Ketika dia tidak diam dan bermaksiat, berarti dia mengikuti hawa nafsu.

Semua orang punya kemampuan untuk tak mengikuti hawa nafsunya.

Berusaha Menjalankan Sunnah

Ajaran Islam sangat sempurna, tidak ada celah sedikitpun. Aturan-aturan yang ada sangat komprehensif dan punya tingkatan masing-masing.

Yang dimaksud dalam tingkatan ini adalah hukum yang punya tingkatan, ada wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.

yang diperhatikan tidak dalam urusan wajib dan haram saja tapi kita juga perlu perhatian ke sunnah dan makruh juga.

Kenapa begitu? Karena di dalam Islam ada anjuran (masuk kategori sunnah) dan ada anjuran untuk meninggalkan (masuk kategaori makruh).

Doa masuk masjid dan doa keluar masjid termasuk bagian amalan sunnah. Tidur sebelum isya tanpa alasan yang benar termasuk amalan makruh.

Itulah ajaran Islam yang begitu sempurna.

Kesimpulan

Setelah diketahui bahwa doa masuk masjid, termasuk sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan menjalankan sunnah bagian dari bentuk penyerahan diri kepada Allah Ta’ala, maka melantunkan doa masuk masjid dengan tulus dan ikhlash, ketika menginjakkan kaki di mushola, dihitung berserah diri kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya yang berwujud sunnah.

Terima kasih anda telah membaca artikel Doa Masuk Masjid Sesuai Sunnah (Versi Panjang dan Pendek)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan jadi inventaris di akhirat bagi penulisnya.

By : Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *