4 Doa Keluar Rumah, Naik Kendaraan & Minta Rezeki (Sesuai Sunnah, Keutamaanya, Arab, Latin & Artian)

Keluar rumah atau bepergian merupakan kebutuhan setiap insan, tidak mungkin mereka akan diam di rumah sampai akhir hayatnya. Pasti, ia butuh keluar rumah untuk cari rezeki, atau pergi menuju masjid. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam mengajar beberapa doa keluar rumah supaya mendapat perlindungan Allah Ta’ala dari bahaya atau fitnah.

Sebagai muslim mesti percaya hanya Allah Ta’ala sajalah yang mampu menyelamatkan manusia dari mara bahaya.

Berdoa Keluar Rumah sesuai Sunnah dan Keutamaannya

Doa Keluar Rumah sesuai Sunnah Bergambar
Doa Keluar Rumah sesuai Sunnah Bergambar                                                                    doaharianislami.com

Berikut beberapa doa keluar rumah (cukup lengkap) dengan bahasa arab beserta terjemahan Bahasa Indonesia

  • Doa keluar rumah (supaya dindungi dari Godaan Syetan)

Barang siapa yang doa dengan lafal berikut ini, keutamaannya, dia akan mendapat petunjuk dan syetan frustasi untuk menggodanya.

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. (HR. At-Tirmizi dan Abu Dawud)

  • Doa Keluar Rumah (supaya Terjaga Agamanya)

Doa ini bentuk permohonan perlindungan dari kesesatan dan fitnah yang menimpa agama. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, membacanya ketika keluar rumah dan mengarahkan pandangannya ke langit.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku sesat, atau aku tersesatkan, atau aku menggelincir, atau aku tergelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku terdhalimi, atau bodoh atau terbodohi.

  • Doa agar Selamat dari Madhorot

Pelantuan doa ini tiga kali di pagi hari dan tiga hari di sore hari, sebagai permohonan perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Sebanyak tiga kali, maka tidak memadhorotinya sesutupun. (HR. At-Tirmizi)

  • Doa di luar Rumah (Ketika Singgah di Satu Tempat)

Doa ini dilantunkan ketika singgah di satu tempat. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa yang berdoa dengan ini akan di jaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala sampai dia pindah dari tempat itu.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Aku  berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apayang Dia ciptakan. (HR. Muslim)

Islam telah mengajarkan bagi pemeluknya bagaimana ia harus bersikap di setiap waktunya, dan di manapun ia berada, termasuk hal-hal apa saja yang perlu di perhatikan di luar rumah.

Memang agama Islam ini diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Pencipta alam semesta, sebagai aturan, hukum, undang-undang, sistem yang mengandung perintah, larangan, dan hasungan. Termasuk aturan atau adab yang berkaitan dengan keluar rumah.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan seorang muslim, karena pada umumnya, hal-hal tersebut berpotensi besar untuk dilanggar ketika di luar rumah.

Dan yang perlu ditekankan dan jangan sampai terlupakan adalah doa keluar rumah yang akan dibahas di  akhir pembahasan.

Video Doa Keluar Rumah (Arab, Latin dan Artinya)

Doa ketika Keluar Rumah, untuk Naik Kendaraan

Doa Keluar Rumah dan Naik Kendaraan

                     Doa Keluar Rumah dan Naik Kendaraan                                                      pixabay.com

Doa naik kendaraan termasuk sunnah yang banyak dilupakan oleh banyak kalangan muslimin.

بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Doa ini dari hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmizi rahimahumallah. Ayat tersebut saja (QS. Az-Zuhruf: 13) juga cukup jadi doa naik kendaraan.

doa-naik-kendaraan
Doa Naik Kendaraan ketika Keluar Rumah                                                                      idaroh.com

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam juga mengajarkan zikir, tak hanya doa naik kendaraan.

Berikut riwayat hadits yang mengajarkan tentang zikir di kendaraan:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Dari Jabir radiyallahu anhu dia berkata: “Kami apabila menanjak, kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.” (HR. Bukhari)

Doa ketika Keluar Rumah untuk Bekerja Mencari Rezeki

Doa minta rezeki tidak harus dengan lafal yang ada di dalam Al-Quran atau yang dicontohkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan doa dengan bahasa apapun juga diperbolehkan.

Tapi, akan lebih utama jika lafal doa itu berdasarkan lafal-lafal yang ada dalam Al-Quran atau hadits. Berikut ini lafal doa minta rezeki yang ada di dalam Al-Quran dan hadits.

Doa Minta Rezeki dengan Doa Sapu Jagat

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rab kami, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat (berikan pula) kebaikan , dan lindungilah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)

اللَّهُمَّ آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat (berikan pula) kebaikan , dan lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa minta rezeki ala doa Nabi Isa ‘alaihissalam

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang pertama kami (yang hidup bersama kami) maupun orang-orang akhir kami(yang hidup setelah kami), dan menjadi tanda kekuasaan dari-Mu, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS. Al-Maidah: 114)

Doa minta rezeki ala Nabi Musa ‘alaihissalam 

اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Ya Allah, sesungguhnya aku orang yang sangat membutuhkan suatu kebaikan (makanan atau selainnya) yang Engkau turunkan kepadaku. (QS. Al-Qashas: 24)

Doa minta rezeki yang Diajarkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam

اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَ لَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لَا يَنْفَعُ ذَى الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Ya Allah, tidak ada yang menghalangi (untuk mendapat pemberian) bagi apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang memberi bagi apa yang Engkau cegah (untuk mendapat pemberian). Tidaklah bermanfaat nasib baik itu untuk menyelamatkan dari siksa‐Mu. (HR. Bukhari)

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Ya Allah, aku berlidung kepada-Mu dari kekafiran, kefaqiran, dan azb qubur. (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Abi Syaibah)

Berlindung kepada Allah ta’ala dari kefaqiran masuk kategori doa minta rezeki.

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan sifat bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari (lilitan) hutang yang mengalahkan dan pemaksaan dari orang-orang. (HR. Abu Dawud)

Berlindung kepada Allah ta’ala dari lilitan hutang sampai terbebani untuk melunasinya bagaian dari doa minta rezeki.

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan (harta) halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari yang selain-Mu. (HR. Ahmad)

Ada banyak doa harian yang perlu kita pelajari dan amalkan, tak hanya doa keluar rumah saja, seperti doa pagi hari, doa malam hari, doa pagi hari, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa sebelum dan sesudah wudhu, dan doa masuk kamar mandi.

Baca juga Doa sesudah Wudhu dan Tata Cara Wudhu (Syarat, Wajib, Sunnah, dan Pembatal)

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Selain Berdoa, ketika Keluar Rumah

  • Niat Baik

Tatkala anda berniat melakukan kemungkaran maka segera tahan diri anda dan urungkan niat buruk anda, maka insya Allah ta’ala anda akan mendapat kebaikan dari-Nya.

Bayangkan, anda punya misi untuk melakukan kemungkaran, dan anda mengusahakannya dengan melangkahkan kaki untuk mengeksekusi misi tersebut, dan ternyata di jalan nyawa anda dicabut oleh malaikat (na’uzubillahiminsyarrizalik), maka apakah kematian anda layak disebut husnul khatimah?

Dan tentu hal ini berbeda dengan orang keluar rumah menuju masjid untuk shalat berjamaah, kemudian meninggal di jalan. Sama-sama meninggal di jalan tapi sini berniat ibadah dan situ berniat kemungkaran.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah Ta’ala agar tetap istiqomah dan meninggal dengan husnal hotimah.

  • Berpesan Baik untuk Yang di Rumah

Akan sangat baik, sebelum seorang keluar dari rumah, ia memberikan pesan baik pada istri, anak, saudara, atau yang lainnya.

Pesan tersebut bisa berupa, perintah untuk menggantikan posisinya dalam pelaksanaan hal tertentu, atau aturan/perintah yang berpotensi dilanggar ketika yang di rumah sendirian atau ditinggal si pemesan.

Membangun budaya berpesan atau berwasiat baik insya Allah Ta’ala akan menjadi pondasi pembentukan keluarga Islami.

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ O اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ  O وَالْعَصْرِۙ

Demi masa, sensungguhnya manusia itu sungguh berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh dan mereka saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat untuk kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

  • Menjaga Pandangan Mata

Berdoa Keluar Rumah dan Jaga Pandangan
Berdoa Keluar Rumah dan Jaga Pandangan                                                                    idaroh.com

Umumnya orang keluar rumah dia akan disugguhkan pemandangan-pemandangan lawan jenis yang ajanabi, apalagi zaman sekarang ini banyak wanita yang tidak menutup auratnya.

Melihat muka wanita yang tertutup rapat auratnya saja sudah melanggar aturan Islam, terlebih lagi menonton yang tidak menutup aurat.

Untuk lebih menjaga hati, maka harus ada niat dan usaha untuk menjaga pandangan.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (QS. An Nuur: 30)

  • Tak Mengumbar Aurat

Agar terlihat cantik, kaum hawa paling rentan melanggar aturan ini. Zaman sekarang ini, membuka aurat bukan hal yang tabu lagi. Bahkan mereka bangga melakukan itu. Membuka aurat selain menjadi fitnah bagi si wanita, juga bagi yang lain

Masalah aurat ini kalau tidak beres yang jadi korban moral generasi mudanya. Kalau ini terjadi maka tinggal tunggu aja kehancuran bangsa ini (nauzubillah min zalik).

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai Nabi! Katakanlah kepada para isterimu, para anak perempuanmu dan para isteri orang-orang beriman, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya atas mereka (ke seluruh tubuh mereka).” Yang demikian itu agar mereka lebih dekat (mudah) untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59).

  • Tidak Memakai Wewangian (Khusus Wanita)

Dilarang keras dalam syariat Islam lewat di sekitar lelaki dalam keadaan memakai parfum. Ini termasuk bagian pemicu fitnah. Secara umum perempuan yang keluar rumah, akan melewati atau berpapasan dengan laki-lak. Untuk lebih berhati-hati, maka tidak boleh memakai wewangian bagi perempuan.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Siapa saja wanita yang memakai wewangian, kemudian melewati satu kaum (laki-laki) supaya mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pezina.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad)

Memang prilaku sangat buruk, dan mampu membawa bencana besar bagi si pembohong dan orang lain. Aturan Islam sangat melarang keras perilaku tercela ini dan perbuatan ini masuk kategori dosa besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan jadilah bersama orang-orang yang benar. (At-Taubah: 119)

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً.

Sesungguhnya kejujuran akan menunjuki pada kebaikan, dan kebaikan akan menunjuki ke surga. Sesungguhnya orang yang sungguh berkata untuk jujur, sampai ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan menunjuki pada kejahatan, dan kejahatan akan menunjuki ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang sungguh berdusta, sampai akhirnya ia dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta. (HR. Bukhari dan Muslim dan lafal milik Bukhari)

  • Tidak Menggunjing

Selain berbohong orang yang keluar rumah kadang mereka juga menggunjing saudara atau kawannya. Menggunjing termasuk perilaku sangat tercela dalam Islam.

وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

 Janganlah kalian mencari-cari kesalahan dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah satu ada di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka pasti kalian membencinya (hal tersebut). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pemberi  taubat, Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)

  • Mencegah Kemungkaran

Sangat utama orang yang keluar rumah bisa mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tentu hal ini persoalan cukup berat.

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia, kalian menyuruh dengan yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imron: 110)

Merealisasikan amalan ini, perlu dengan akhlaq mulia, sopan santung dan strategi, supaya tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dari pada manfaatnya.

Terima kasih anda telah membaca tulisan ini, 4 Doa Keluar Rumah, Naik Kendaraan & Minta Rezeki (Sesuai Sunnah, Keutamaanya, Arab, Latin & Artian).

Semoga apa yang tertulis disini membawa manfaat bagi banyak masyarakat, sampai anak TK pun kenal dan hafal doa-doa keluar rumah terlebih lagi orang dewasa. Dan juga kami berharap supaya artikel ini dapat jadi simpanan pahala jariyah bagi penulis. Amiin.

By : Idaroh

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *