Amalan Sunnah di Masjid (dari Doa Masuk Masjid sampai Doa Keluar Masjid Menurut Hadits Shahih)

Doa keluar masjid, sudahkah anda mengamalkannya tadi? Atau malah nggak ke masjid? Yah, artikel ini akan mengupas cukup lengkap tentang doa keluar masjid sesuai sunnah, ada yang versi panjang dan pendek menurut hadits shahih. Selain itu juga akan mengupas adab-adab di masjid lainnya seperti doa masuk masjid, tidak makan bawang dan lainnya. 

Doa Keluar Masjid sesuai Sunnah

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah menyampaikan kepada para sahabat radiya llahu anhum tentang doa masuk masjid sekaligus doa keluar masjid.

Doa Keluar Masjid (Versi Pendek)

Berikut hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu)” (HR. Muslim)

Mungkin masih banyak yang bingun dikalangan sebagian orang, antara doa masuk masjid dan doa keluar masjid, karena lupa atau kurang teliti. Terutama untuk versi yang pendek ini.

Ketika masuk masjid dia malah baca doa keluar masjid, dan ketika keluar masjid doa masuk masjid dikiranya doa keluar masjid.

Dan berikut ini lafal doa keluar masjid:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Allahumma innii as-aluka min fadlika”.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau, dari keutamaan Engkau”.

Doa masuk masjid, berupa permohonan supaya dibukakan pintu rahmat-Nya. Secara umum orang masuk masjid untuk beribadah, tentu dia yang dicari rahmat atau belaskasihnya.

Doa Keluar Masjid
Kaligrafi Doa Keluar masjid (idaroh.com)

Sedangkan doa keluar masjid, berupa permohonan keutamaan dan karunia-Nya. Orang yang keluar masjid secara umum, cenderung mencari karunia-Nya yang bisa berupa rizki-Nya.

Untuk pembahasan doa masuk masjid, silahkan kunjungi artikel berikut

Doa Keluar Masjid sesuai Sunnah (Versi yang Panjang)

Doa Keluar Masjid
Doa Keluar Masjid sesuai Sunnah (idaroh.com)

Ada dua doa versi panjang yang akan dipaparkan berikut ini.

أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

“A‘udzu billahil ‘azhim wa biwajhihil karim wa sulthanihil qadim minas syaithanir rajim. Bismillahi wal hamdulillah. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala ali sayyidina muhammadin. Allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba fadhlik”.

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan salam atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Ya Allah, ampuni untukku dosa-dosaku. Bukakan lah bagiku pintu-pintu karunia-Mu”.

Berikut ini versi kedua yang lebih pendek.

بِسْمِ اللهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ فَضْلِكَ

“Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwabaa fadhlik”.

“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu karunia-Mu”.

Amalan Sunnah dan Ibadah (yang Berkaitan dengan Masjid)

Tidak Makan Bawang Merah, Putih atau Sejenisnya

Bawang Merah Putih
Doa Keluar Masjid (pixabay.com)

Nabi muhammad sallahu alaihi wa salam, pernah menyampaikan kepada para sahabat beliau larangan untuk tidak mendekati masjid bagi yang makan bawang. Tentu semua sudah tahu bagaimana tajamnya bau bawang yang cukup sulit untuk hilang.

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا ، فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

“Siapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan apa yang manusia dengannya terganggu.” (HR. Muslim 564)

Bersegera Menuju Masjid ketika Mendengar Azan

Doa Keluar Masjid
Doa Keluar Masjid

Bersegera ke masjid memang punya keutamaan sendiri. Tentu berbeda pahala bagi yang bersegera ke masjid dengan yang malas-malasan tatkala mendengar azan dikumandangkan.

Secara tidak langsung bersegara ke masjid bagian dari memuliakannya, karena hak masjid adalah ditempati untuk Ibadah, maka bersegera ke masjid untuk ibadah merupakan bentuk kepedulian yang lebih untuk menunaikan hak masjid.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda

لَوْ يَعْلمُ النَّاسُ مَا فِيْ النِّداءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ. ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوْا عَلَيْهِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْ التَّهْجِيْرِ لَاسْتَبَقُوْا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْ العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً       مُتَّفَقٌ عَلَيْه

 “Andaikata para manusia mengetahui apa (keutamaan) yang ada pada azan dan (menempati) menempati shaf pertama, kemudian mereka tidak menemukan cara untuk memperolehnya itu melainkan dengan cara mereka mengundi, niscaya mereka akan mengundi untuk memperolehnya. Dan kalau mereka mengetahui apa (keutamaan) yang ada dalam bersegera (untuk shalat), niscayalah mereka akan berlomba-lomba untuk itu. Dan kalau mereka mengetahui apa (keutamaan) shalat atamah (shalat isya berjamaah yang diakhirkan)dan shalat subuh (berjamaah niscaya mereka akan mendatangi keduanya, walaupun dengan merangkak.” (Muttafaq ‘alaih, HR. Bukhori dan Muslim)

Pergi ke Masjid dengan Tenang tanpa Tergesa-Gesa

Tergesa-Gesa
Doa Keluar Masjid (pixabay.com)

Rasulullah sallahu alahi wasallam memberikan perintah untuk tidak tergesa-gesa dalam perjalanan ke masjid. Bahkan beliau juga pernah menerangkan bahwa ketergesaan itu datang dari syetan.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Dan kalian harus tenang dan jangan bercepat-cepat . Maka apa yang kalian dapati (dari gerakan imam) , maka shalatlah (dengan gerakan tersebut). Dan apa yang telewatkan dari kalian, maka sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak tergesa bukan berarti nyantai dan leyeh-leyeh. Pernah ada riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mempercepat jalan kendaraan ketika jalan sepi. Melakukan sesuatu dengan kecepatan yang wajar tentu berbeda dengan cepat tergesa-gesa.

Memakai Pakaian Bersih dan Wewangian

Wewangian
Doa Keluar Masjid (pixabay.com)

Menghadap Allah subhanahu wa taala Pencipta segala alam, tentu harus dengan pakaian yang baik dan wangi. Allah subhanahu wa taala menerangkan dalam al-Quran, sebagai berikut

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“ Wahai anak Adam, ambilah perhiasaan kalian setiap (memasuki) masjid”

Nukilan sebagian ayat 31 dari surat Al-Araf tersebut menerangkan tentang perintah Allah subhanahu wa taala untuk berpakaian sebagai hiasan (yang sesuai syariat, seperti pakaian bersih dan wewangian) setiap shalat.

Kita hidup di zaman setrika, tentu memakai pakaian yang rapi dan mlipit, lebih baik dari pakaian yang kumel.

           Baca juga Amalan dan Doa Masuk Rumah (Wasilah Menjaga dan Mensurgakan Rumah)

Masuk Masjid Dalam Keadaan Suci

Masjid adalah tempat ibadah yang suci. Beribadah juga harus suci. Tentu masuk masjid dalam keadaan suci lebih memuliakan kesucian masjid. Terlebih lagi ada anjuran shalat dua rakaat ketika menginjakkan kaki di masjid.

Mendengarkan Azan, Mengikutinya dan Doa

Mendengarkan Azan
Doa Keluar Masjid

Ketika azan dikumandangkan, disunnahkan untuk mendengarkan dan mengikutinya perlafal.

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “

 Maksud dari hadits yang diriwayatkan Imam Muslim rahimahullah tersebut, siapa yang mengikuti bacaan atau ucapan azan ketika mendengarkannya sampai selesai, dan hal itu dari lubuk hatinya, maka dia akan masuk surga.
Yang perlu diketahui ketika mendengar حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ atau حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ, maka jawabanya لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ.

Masuk Masjid dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Masuk Masjid
Doa Keluar Masjid

Kanan dalam Islam simbol hal-hal positif, tentu ketika masuk masjid tempat yang suci dan mulia dengan mendahulukan kaki kanan. Sebaliknya ketika masuk kamar mandi tempat kotor dan najis dihasung dengan mendahulukan kaki kiri

Doa Masuk Masjid

Doa masuk masjid merupakan sunnah yang terlupakan oleh banyak masyarakat. Untuk selengkapnya, silahkan kunjungi Islam dan Sunnah Doa Masuk Masjid.

Berusaha di Shaf Pertama

Di subbab “Bersegera Menuju Masjid ketika Mendengar Azan” sudah tertera hadits tentang keutamaan shaf pertama. Berikut ini hadits lainnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا  رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radiyyallahu ‘anhu, ia berkata: bersabda Rasulullahi sallallahu alaihi wa sallam ” sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan seburuk-buruknya yang paling belakang. Dan sebaik-baik shaf bagi perempuan yang paling belakang, dan seburuk-buruknya yang paling depan”. (HR. Muslim)

Sebaik-baik shaf shalat bagi laki-laki yang paling depan sebaliknya sebaik shaf bagi perempuan yang paling belakang.

Shalat Dua Rakaat ketika Masuk

Shalat Dua Rakaat
Doa Keluar Masjid

Salah satu bentuk penghormatan masjid, yaitu dengan shalat dua rakaat pertama kali masuk. Oleh karena itu shalat ini dinamakan shalat tahiyyatul masjid, tentu hal ini dikerjakan ketika belum dimulai shalat fardu. Maka shalat fardu langsung ketika sudah dimulai termasuk tahiyyatul masjid.

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ))؛ متفق عليه

Dari Abi Qatadah radiyallahu’anhu bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “apabila masuk salah seorang dari kalian, masjid, maka hendaknya shalat dua rakaat sebelum ia duduk”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat dengan Khusu’

        قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.  Orang-orang yang mereka dalam shalat mereka, khusu’. (QS. Al-Muminun: 1-2)           

Shalat memang seharusnya khusu karena itu waktu munajat dengan  Allah subhanahu wa taala. Meskipun ini hal yang paling sulit dalam shalat, usaha untuk itu harus ada.

Tidak Keluar Masjid Setelah Azan

Setelah anda shalat sunnah, maka jangan sampai keluar masjid kecuali kalau memang benar-benar perlu, karena menunggu shalat fardhu, dihitung sebagai orang yang shalat fardhu di hadapan Allah Ta’ala, selagi tidak keluar.

Membaca Zikir dan  Al-Quran Serta Mempelajariya

Ayat Al-Quran
Doa Keluar Masjid

Allah taala berkalam dalam Al-Quran:

فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗۙ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَا بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۙ

“Di rumah-rumah (masjid-masji) Allah memerintahkan untuk ditinggikan kedudukannya, dan disebut di dalamnya nama-Nya, bertasbih untuk Allah di waktu pagi dan petang”. (QS: An-Nur: 36)

Hal ini juga sangat berkaitan dengan hadits berikut:

ِوَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ الله وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَُة وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, ia berkata: bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam “dan tidaklah berkumpul satu kaum di satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling belajar tentangnya (Al-Quran) diantara mereka, kecuali turun kepada mereka ketenangan, kepada mereka rahmat, menaungi mereka malaikat dan Allah menyebut mereka di antara orang yang ada di sisi-Nya”. (HR. Muslim)

Masjid yang mulia tentu tidak digunakan kecuali hal yang mulia, seperti membaca Al-Quran, mempelajarinya, pengajian dan zikir.

                Baca juga doa kafaratul majlis

Tidak Boleh Bertengkar dan Berteriak di Masjid

Sangat tak sopan dan tak berakhlaq bila sampai terjadi perkelahian di masjid. Selain itu juga sangat tak sopan bila teriak-teriak di masjid apalagi kalau sampai yang keluar omongan-omongan tak sopan dan tak pantas.

Hal tersebut, bukan berarti tidak boleh besuara keras di masjid. Boleh bersuara keras jika ada keperluan untuk khutbah, ta’lim atau semisalnya. Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika berkhutbah jum’at, beliau seperti sedang mengomando tentara.

Baca juga Doa

Tidak Digunakan untuk Kesyirikan dan Maksiat

Allah taala berkalam dalam Al-Quran:

وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun selain Allah”.

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya tiada lain yang memakmurkan masjid-maasjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Zikir setelah Shalat Fardhu

Shalat Dua Rakaat setelahnya

Doa Keluar Masjid seperti sebelumnya

Keluar Masjid dengan Kaki Kiri

Tragedi New Zealand

Masjid adalah tempat ibadah kepada Allah subhanahu wa taala dan tempat pengesaan-Nya, sangat tidak pantas digunakan untuk kesyirikan, yang memang ini penyimpangan paling buruk dalam Islam. Inilah penghinaan terbesar di masjid.

Orang yang tidak beriman dan ahli maksiat mereka tidak memakmurkan masjid, mereka akan menggunakannya tempat kemungkaran.

Masjid adalah rumah Allah yang harus dihormati oleh setiap muslim. Tidak boleh seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wa taala, menodai masjid dengan tidak memperhatikan adab-adabnya.

Masjid dikatakan rumah Allah subhanahu wa taala, karena itu tempat suci digunakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala, maka jangan sampai kita membiarkan hal-hal buruk terjadi padanya.

Di tengah gencarnya islamphobia di berbagai negara, masjid menjadi sasaran penodaan oleh orang-orang yang terkena ideologi ekstrem Islamphobia. Banyak terjadi pengrusakan masjid dan pengkotoran masjid karena sikap kekhawatiran berlebihan mereka kepada Islam.

Sejarah terkelam Islamphobia terukir di New Zealand, seorang pria berumur 28 tahun melakukan pembunuhan biadab ke jamaah sebuah masjid di negeri tersebut. Yang lebih menyayat hati, lelaki barbar ini menyiarkan pembantaiaannya secara live di Facebook.

Sekitar 50 orang muslim yang tak bersalah terbunuh di tangan ektremes ini. Muslimin di berbagai negara Barat harus mengenalkan Islam ke mereka.

Selain mengenalkan Islam, mereka juga harus mengenalkan masjid ke pada bangsa Barat, bahwa masjid merupakan tempat kita sholat dan beribadah kepada Allah, yang sangat disucikan oleh umat Islam. Karena saking mulianya masjid, mereka sampai disyariatkan doa keluar masjid.

Insyaallah, Kalau saja muslimin yang tinggal di Eropa atau Amerika, mau berusaha keras mengenalkan Islam dan masjid dengan diplomasi yang bijak, mereka akan sangat menerima keberadaan Islam di tengah-tengah mereka.

Alhamdulillah, semoga artikel yang berjudul Amalan Sunnah di Masjid (dari Doa Masuk Masjid sampai Doa Keluar Masjid Menurut Hadits Shahih) ini bisa menjadi amal jariyyah bagi penulis. Amiin.

Selain doa tersebut, masih banyak doa-doa harian seperti doa pagi hari, doa malam hari, doa keluar-masuk masjid, doa sebelum dan sesudah wudhu, doa masuk kamar mandi, doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa minta rezeki, dan doa naik kendaraan. Itu semua sangat penting untuk dipelajari dan diamalkan.

By : Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *