Doa Iftitah Sesuai Sunnah (Pendek, Panjang Terjemah Indonesia, & Latin)

Doa iftitah salah satu dari sekian banyak doa dalam shalat yang selalu mengiringi gerakan-gerakan shalat. Dalam urusan di luar ibadah, sosial, dan muamalah harian pun ada doannya, seperti doa keluar rumah, doa sebelum makan, doa keluar kamar mandi, doa sesudah wudhu, doa naik kendaraan, doa minta rezeki, doa malam hari, doa pagi hari   pun diajarkan untuk berdoa, terlebih lagi dalam urusan shalat. Hal itu karena shalat itu, secara bahasa berarti doa.

Doa Iftitah
Doa Iftitah

Doa iftitah hukumnya sunnah, yang ketika ditinggalkan tidak merusak atau membatalkan shalat.

Hal ini tentu berbeda dengan bacaan-bacaan lain yang ketika ia ditinggalkan, kadang bisa merusak shalat, seperti membaca Al-Fatihah dan tasyahud.

Sebelum masuk dalam pemaran doa iftitah, maka yang perlu diperhatikan apa yang dimaksud dengan doa iftitah atau istiftah itu?

Secara bahasa iftitah bermakna pembukaan. Sedangkan doa iftitah dalam perspektif fiqih yaitu doa khusus/tertentu  sebagai pembukaan shalat yang dilantunkan setelah takbiratul ihram sebagai permulaan shalat.

Ada cukup banyak riwayat hadits dengan tingkat keshahihan berbeda-beda, yang menerangkan dan memaparkan lafal doa iftitah yang berbeda-beda pula.

Berikut ini pemaparannya:

Doa Iftitah Sesuai Sunnah I (Versi Pendek)

Doa iftitah pendek terkenal yang dihafal banyak masyarakat.

Arab

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Latin

Allahumma baa’id bainii wabaina khothooyaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots-tsaubul abyadlu minad-danas. Allahummaghsil khothooyaaya bilmaa-i wats-tsalji walbarodi.

Artian

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, jernihkanlah aku dari kesalahan-kesaalahan sebagaimana dijernihkan pakaian putih  dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin. (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Iftitah Sesuai Sunnah
Doa Iftitah Sesuai Sunnah

Doa Iftitah Sesuai Sunnah II

Arab

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ .أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardho hanifawwamaa ana minal musyrikiina. Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiina. Allahumma antal malika laa ilaha illaa anta anta rabii wa ana ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faa ghafirlii dzunuubii jamii’an innahu laayaghfirudzunuuba ilaa anta, wahdinii lah sanil akhlaaqi laa yahdii lahsanihaa illa anta, washrif ‘annisayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta, labbaika wa sa’daika, walkhairukulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artian

Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Menciptakan langit dan bumi dalam keadaan ikhlas dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam, tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan itu aku dperintahkan, dan aku termasuk orang yang  berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah Rabbku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan mengakui dosaku. Maka ampunilah untukku dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku kepada sebaik-baik akhlak. Tidak ada yang dapat menunjuki kepada sebaik-baiknya (akhlak) melainkan hanya Engkau. Dan palingkanlah dariku akhlak yang buruk, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu memalingkan dariku akhlak (yang buruk) melainkan hanya Engkau. Aku memenuhi panggilan-Mu, dan aku memenuhi seruan-Mu. Segala kebaikan berada di dua tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak kepada-Mu. Aku bersama-Mu (dalam pengawasan dan kekuasaan). Engkau Maha Barokah dan Maha Mulia, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu” (HR. Muslim dan An-Nasai)

Doa Iftitah Sesuai Sunnah III

Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam melantunkannya ketika shalat malam.

اللّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Ya Allah, Rabb (malaikat) Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan hal yang tampak. Engkau menghakimi di antara hamba-hamba-Mu dalam hal yang mereka perselisihkan. Tunjukilah aku dalam hal yang diperselisihkan (berupa) kebenaran, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukisiapa saja yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. (HR. Muslim) 

Doa Iftitah IV

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha barokah Nama-Mu. Maha tinggi keagungan-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Engkau. (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Doa Iftitah Sesuai Sunnah V

سبحانَكَ اللَّهمَّ وبحمدِكَ وتبارَكَ اسمُكَ وتعالى جدُّكَ ولا إلَهَ غيرُكَ اللَّهُ أكبرُ كبيراً  أعوذُ باللَّهِ السَّميعِ العليمِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ، مِن همزِهِ ونفخِهِ ونفثِهِ

Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu dan Maha Barokah nama-Mu, dan Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Allah Maha Besar. Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, dan hembusannya. (HR. At-Tirmizi)

Doa Iftitah Sesuai Sunnah VI

Arab

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

 3x  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

3x    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Artian

Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu dan Maha Barokah nama-Mu, dan Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau 3x Allah Maha Besar, Sebenar-Benar Besar  3x Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, dan hembusannya. (HR. Abu-Dawud)

Baca juga doa masuk masjid

Doa Iftitah Sesuai Sunnah VII

Doa Iftitah sesuai Sunnah
Doa Iftitah sesuai Sunnah

Arab

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلً

Artian

Allah Maha Besar Sebenar-Benar Besar, dan segala puji bagi Allah selalu, dan Maha Suci Allah, pagi dan petang. (HR. Muslim)

Doa Iftitah Sesuai Sunnah VIII

Arab

اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَا وَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ , فِيْهِنَّ , اَنْتَ الْحَقُّ , وَوَعْدُكَ الْحَقُّ , وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ , وَالْجَنَّةُ حَقُّ , وَالنَّارُ حَقُّ , وَالسَّا عَةُ حَقُّ

اللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ , وَبِكَ اَمَنْتُ , وَعَلَيْكَ تَوَ كَلْتُ , وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ , وَبِكَ خَاصَمْتُ . وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ . فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ , وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ , اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ , اَنْتَ اِلَهِيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ

Artian

Ya Allah, hanya milikMu segala puji, Engkau cahaya langit, bumi dan siapa saja yang di dalamnya. Hanya milikMu segala puji, Engkau Pengatur langit, bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit, bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menyerahkan diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku kembali, hanya dengan (ilmu)-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah untukku (dosa) yang telah aku dahulukan dan yang aku akhirkan (lakukan mendatang), yang (aku kerjakan) secara sembunyi-sembunyi maupun yang aku (kerjakan) secara terang terangan. Engkau Dzat Yang Mendahulukan dan Engkau Dzat Yang Mengakhirkan. Engkau Sesembahanku. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. (HR. Bukhari, Ibnu Majah dan Ahmad)

Doa ini dilantunkan oleh Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat tahajud.

Baca juga doa keluar masjid

…………………………………………………..

Terima kasih anda telah membaca artikel ini Doa Iftitah Sesuai Sunnah (Pendek, Panjang Terjemah Indonesia, & Latin)

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat luas serta menjadi inventaris akhirat bagi penulisnya. 

By : Idaroh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *