Budidaya Lebah Madu Budidaya, Manfaat Madu, Jual Madu Sarang

Budidaya Lebah Madu
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Artikel ini membahas tentang lebah madu yang cukup kompleks, cara dan proses budidaya lebah madu, sarana prasarana dalam budidaya lebah madu, bahan dan tempat budidaya lebah madu, jenis lebah madu, khasiat/manfaat lebah madu, makanan lebah madu, dan daerah asalnya, ratu lebah, cara memanen madu, dan cara mengestrak madu. Kami juga juga menjual madu sarang, bila anda ingin tahu lebih spesifik, bisa klik ini atau ini.

Table of Contents

Proses Budidaya Madu Lebah

Modal dasar dan yang paling utama bagi orang yang ingin ternak atau budidaya lebah madu yaitu pengenalan tentang lebah madu dan pengetahuan tentang cara dan proses budidaya lebah madu yang benar. Adapun tentang modal buget itu sudah tentu sangat penting.

Modal buget kedepannya akan digunakan sebagai modal persiapan sarana dan prasarana budidaya madu sepeti, tembat sarang lebah dan pembelian lebah untuk jangka beberapa periode.

Pada Subbab berikut ini akan diterangkan banyak hal yang menyangkut apa yang harus diketahui, alat dan bahan apa yang harus disiapkan, tempat bagaimana yang harus dipilih dan bagaimana prosesnya ketika terjun dalam budidaya lebah madu.

Sarana dan Prasarana Budidaya Lebah Madu

Topi Anti Sengatan Lebah
Sarana Prasaran Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Ternak lebah membutuh peralatan dan bahan khusus untuk budidaya lebah madu. Peralatan dan bahan tersebut bisa dibuat sendiri atau beli di tempat-tempat yang khusus menyediakan peralatan dan bahan untuk budidaya lebah madu.

Berikut ini bahan, sarana dan prasarana budidaya lebah yang dibutuhkan oleh pemula.

  • Tempat sarang lebah madu berupa kotak yang terbuat biasa terbuat dari kayu yang tidak ulet dan keras seperti kayu mahoni dan suren dengan 3 cm. Tempat sarang lebah ini, juga tidak harus dari kayu, bisa juga dengan bambu, sebagaimana orang tradisional dulu membuat sarang lebah

    Kotak Sarang Lebah Madu
    Sarana Prasana Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)
  • Tempat makanan
  • Alat pengasap untuk menjinakkan lebah yang ganas
  • Pakaian khusus pelindung dari sengatan lebah (bisa juga dengan pakaian yang tebal), sarung tangan, dan masker khusus pelindung wajah dan kepala
  • Sikat sisiran dan sapu untuk membersihkan sarang dari lebah yang menempel, ketika mau mengambil hasilnya
  • Pengungkit sisiran
  • Penyekat ratu lebah
  • Ekstraktor, alat untuk mengestrak madu
  • Pallen trap, alat khusus untuk memanen bee pollen
  • Frame royal jelly, alat khusus memanen royal jelly

Tempat Budidaya Lebah Madu yang Bagus

Lebah dan Bunga Nektar
Lebah dan Bunga Nektar (pixabay.com)

Tidak sembarang tempat cocok sebagai lokasi budidaya lebah madu. Diperlukan tempat-tempat tertentu, supaya lebah madu yang sedang diternak mendapat  makanan dengan maksimal, kenyamanan, dan hal-hal lain yang dapat menunjang produktivitas lebah madu.

Bagi peternak madu harus tahu dimana lokasi-lokasi yang dapat membuat lebah lebih banyak menghasilkan madu. Berikut ini karakteristik lokasi yang baik untuk ternak lebah madu.

  • Lokasi dengan suhu yang bagus untuk budidaya lebah madu, yaitu sekitar 25 derajat celsius
  • Lokasi dekat dengan tempat yang banyak bunga, karena lebah sangat suka nektar bunga yang sangat menunjang bagi kualitas dan kuantitas hasil produktivitas lebah, entah itu madu, propolis dan bee polen
  • Lokasi budidaya lebah madu harus jauh dari keramaian
  • Lokasi budidaya lebah madu tidak jadi tempat lalu lalang manusia
  • Lokasi yang terbuka jauh lebih baik untuk budidaya lebah madu

Cara Budidaya Lebah Madu

Cara Budidaya Lebah Madu
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Memilih Bibit Lebah Unggulan

Banyak di pasaran, orang yang menjual bibit lebah, tentu tidak semua yang ditawarkan dianggap unggulan semua.

Supaya budidaya lebah madu mencapai sukses dan sesuai target, maka harus pemilihan bibit lebah harus memang benar-benar yang baik.

Sebelum membeli bibit lebah, maka perlu dipelajari bagaimana bibit lebah unggulan dan cari banyak informasi tentang penjual bibit madu.

Berikut ini ciri-ciri bibit lebah unggulan:

  • Memiliki ratu lebah dengan usia 3 bulan -1 tahun dengan tampilan fisik terlihat bagus dan baik.
  • Telur yang dihasilkan Ratu lebah kualitasnya bagus dan jumlahnya banyak.
  • Larva yang dihasilkan terlihat lebih segar dan bagus.
  • Hasil pruduksi lebah berkualitas baik dan lebih banyak entah itu madunya, royal jellynya, bee polennya, dan propolisnya.
  • Biasanya lebah yang bagus itu lebih agresif.

Menggembala Lebah Madu

Pagi peternak yang diharapkan dalam budidaya lebah madu yaitu hasil yang maksimal dan berkualitas. Supaya lebah madu menghasilkan madu berkualitas, bee pollen dan royal jelly yang bagus dan hasil yang maksimal, maka lebah tersebut harus digembalakan di tempat-tempat yang mengandung makanan lebah dan banyak bunga di perkebunan.

Biasanya peternak lebah mengembalakan peliharaanya di bulan Mei sampai September. Pada waktu tersebut peternak mendapatkan hasil yang cukup melimpah, karena itu musim di mana tumbuhan banyak berbunga.

Peternak madu di Indonesia bisanya menggembalakan lebah madunya di perkebunan tertentu seperti kebun randu, karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga rasa madu yang dihasilkan sesuai nektar bunganya.

Makanya di Indonesia, nama madu dinisbatkan pada nama pohon atau tumbuhan yang nektarnya menjadi cikal-bakal madu tersebut. Contohnya madu randu, yaitu madu yang dihasilkan dari nektar bunga randu.

Di musim paceklik, di mana tumbuhan tidak berbunga bahkan ada yang mati, peternak harus mencari solusi untuk menutupi masa vakum tersebut, supaya kegiatan budidaya lebah madu tetap kondusif.

Karena di masa tersebut, jika para peternak tidak mengembangkan peternakan lebahnya, mereka bisa mengalami kerugian. Sebab perawatan lebah madu juga membutuhkan biaya.

Cara Perawatan Lebah Madu

Perawatan lebah madu sangat diperlukan, untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup lebah dengan baik. Berikut ini beberapa hal yang diperlukan dapalm perawatan lebah madu.

  • Memeriksa lebah madu apakah ada yang terkena penyakit, jika terkena penyakit maka yang sakit harus dipisahkan dari yang koloninya, supaya penyakitnya tidak menyebar ke yang sehat dan supaya tidak mengganggunya juga
  • Menggembalakan lebah, sebagaimana yang telah diterangkan
  • Bersihkan kotak atau stup lebah dari kotoran atau serangga yang lainnya, akan lebih baik jika di kaki stupnya diberi tatakan air
  • Selain digembalakan madu juga perlu diberi makanan tambahan yang lain yaitu air gula dengan kadar 1:1, karena di musim panas atau dingin seperti di eropa, lebah bisa kekurangan makanan
  • Jika lokasi di sekitar sarang sudah tidak ada tumbuhan yang berbunga, maka perlu dipindahkan pada tempat yang banyak bunga, waktu pemindahannya sebaiknya waktu malam hari, karena lebah sedang tidak aktif

Makanan/Pakan Lebah Madu

Makanan lebah madu pada dasarnya nektar dan pollen (serbuk sari atau tepung sari). Selain itu lebah juga membutuhkan air. Sedangkan makanan larva berupa royal jelly (campuran nektar, pollen dan madu).

Setelah tiga hari larva pekerja dan larva drone tidak diberi makan royal jelly, tapi diberi bee bread (yang terbuat dari campuran antara madu dan serbuk sari yang sangat kaya akan protein dan karbohidrat). Hanya larva ratu yang masih diberi royal jelly.

Lebah sendiri juga menjadikan madu yang asalnya dari nektar sebagai makanan. Mereka akan membuat cadangan madu sebagai bahan makanan di musim tertentu ketika tumbuhan tidak berbunga.

Satu koloni madu diperkirakan membutuhkan 100 pon madu untuk bisa bertahan di musim dingin, jika mereka kehabisan madu atau tidak mendapatkan makanan cadangan lain mereka bisa menjadi kanibal, sehingga mereka akan memakan telur dan larva yang ada di koloni tersebut.

Jika hal itu dibiarkan, maka peternak bisa mengalami kerugian. Peternak lebah harus tetap waspada, jangan sampai madu cadangan tersebut menipis atau bahkan habis.

Untuk menghindari hal tersebut, maka sebaiknya mereka juga memberi makan mereka dengan gula yang dicampur air dengan takaran 1:1, terutama di musim panas dan dingin.

Kendala Budidaya Lebah Madu

Kendala ternak lebah madu itu sering menimpa banyak peternak, tapi bukan berarti hal tersebut membuat putus asa atau takut untuk bekerja di profesi ini. Karena sejatinya dalam semua usaha bisnis dan semisalnya tak luput dari kendala dan masalah. Hal ini harus diketahui dan dipelajari peternak madu, untuk kemudian dicarikan solusinya, supaya usaha yang dia jalankan berjalan lancar.

Berikut ini kendala-kendala ternak lebah madu:

  • Cuaca Alam

Cuaca yang tidak menetu menyebabkan, menjadi kendala sendiri bagi pembudidaya lebah madu. Peternak yang yang sedang budidaya lebah madu kelengkeng, yang biasanya biasanya panen di bulan September, mereka menggembalakan lebahnya di daerah Ambarawa.

Ternyata prediksi mereka meleset. Pohon kelengkeng ternyata tak berbunga, karena pengaruh cuaca yang tak menentu.

Peternak yang terlanjur menggembalakan lebahnya di tempat tersebut mengalami mengalami kerugian, karena banyak lebah mati karena kelaparan. Selain itu, mereka juga rugi tenaga, waktu dan biaya transportasi.

Di pulau Jawa, banyak lahan sudah dialihfungsikan. Tentu, hal itu mengurangi tingkat produksi madu. Selain itu, hal tersebut juga memicu persingan perebutan lahan pakan, yang tak sehat antar sesama peternak lebah.

  • Pengusiran

Pengusiran lebah merupakan sikap yang sangat tidak menguntungkan untuk budidaya lebah madu. Sebagian masyarakat tertentu mereka mengusir lebah yang mencari pakan nektar, di lahan atau kebun mereka.

Lebah tersebut mereka anggap serangga pengganggu atau hama. Selain itu mereka juga akan memberi tarif yang tinggi, bagi penyewaan lahan untuk ternak lebah.

Jika asumsi seperti itu masih melekat di banyak masyarakat, tentu bisa membawa gangguan pada produktifitas lebah. Padahal justru lebah madu itu membantu penyerbukan pada tanaman.

Di sebagian negara, pemilik kebun malah justru meminta dan membayar peternak lebah untuk menggembalakan lebahnya di perkebunannya.

Keduanya saling diuntungkan, pembudidaya lebah madu mendapat pakan nektar dan pemilik kebun mendapat penyerbukan tanaman mereka dari lebah. Hal tersebut justru dapat meningkatkan hasil perkebunan.

Waktu Memanen Madu yang Tepat

Memanen madu butuh waktu yang tepat, supaya hasil panennya maksimal. Waktu panen madu yang tepat, yaitu setelah musim bunga yang banyak nektanya, di daerah gembalaan atau pertengahan musim bunga. Hal itu bertepatan dengan waktu dua atau tiga minggu setelah nektar utamanya menjadi madu.

Tentu yang penting dalam budidaya lebah madu bukan hanya waktu memanen yang tepat, supaya hasil maksimal, tapi juga harus mencari lahan yang memang menghasilkan bunga yang banyak dan maksimal. Sangat perlu dipelajar i juga mana lahan yang berpotensi mengahsilkan bunga yang banyak dan maksimal.

Ada banyak pohon yang menghasilkan bunga yang kaya akan nektar, seperti mahoni, randu, karet, sono keling, kaliandra merah, pucuk akasia mangium, dan akasia auriculyformis.

Adapun seperti bunga jagung (zea mayz) dan bunga salak hanya menghasilkan beepollen (bee bread).

Ketika bunga sudah banyak yang bermekaran dan banyak lebah terlihat terbang keluar masuk sarang, maka itu ciri-ciri lebah sedang memakan nektar dan mengumpulkan madu.

Jika bunga di lokasi ternak sedikit, maka otomatis aktifitas hilir mudik lebah sangat berkurang. Semakin banyak bunga yang ada, maka semakin lama aktifitas lebah, keluar masuk sarang dan hilir mudik.

Tanda-tanda sarang lebah sudah banyak terisi madu dan sudah siap panen yaitu, stupnya terasa berat karena penuh dengan madu. Selain itu, sisiran sarang lebah banyak dipenuhi madu yang sudah tertutup oleh malam lebah dan bees wax.

Dan yang perlu diperhatikan juga yaitu, jangan memanen di akhir musim panas dan awal musim gugur, karena pada waktu itu lebah berhenti menghasilkan madu.

Jumlah hasil panen madu, dipengaruhi dengan, waktu atau musim yang tepat untuk memanen, ukuran sarang, musim keberuntungan, dan cara memanen yang tepat.

Secara umum, dalam kondisi normal, satu sarang lebah dapat menghasilkan 1,6 kg.

Alat untuk Memanen & Mengekstrak Madu

Sebelum memulai memanen dan mengekstrak madu, dipastikan peralatan sudah bersih. Berikut ini sarana dan prasarana yang harus disiapkan ketika budidaya lebah madu.

  • Topi bertudung yang menutup kepala
  • Sarung tangan sampai siku
  • Pakaian terusan lengan panjang yang cukup tebal dan tahan sengatan
  • Celana panjang yang cukup tebal
  • Pakaian khusus peternak lebah (opsional)
  • Alat pengasap
  • Kertas atau koran untuk dibakar dan untuk pengasap
  • Linggis kecil atau semisalnnya untuk mencongkel/membuka kotak/stup
  • Sikat dan sapu
  • Alat elektronik untuk peniup udara (opsional)
  • Bingkai sarang lebah sebagai cadangan
  • Pisau dapur, pisau mentega atau garpu untuk membuka sarang lebah
  • Ekstraktor, alat khusus pengestrak (opsional)
  • Ember/wadah untuk mengestrak
  • Ember/wadah untuk menampung
  • Kain nilon berjaring, kain keju, kantong berjaring atau kain keju
  • Lumpang besar
  • Corong
  • Botol atau stoples dari plastik atau kaca
  • Pallen trap, alat khusus untuk memanen bee pollen
  • Frame royal jelly, alat khusus memanen royal jelly

Cara Memanen Madu Lebah

Cara memanen madu lebah yang baik memang harus dipelajari bagi peternak lebah, supaya hasilnya bisa maksimal dan terhindar dari serangan lebah.

  • Menentukan waktu (eksekusi) untuk memanen

Yang dimaksud menentukan waktu di sini bukan waktu siap panen, sebagaimana yang telah diterangkan di atas.

Yang dimaksud waktu disini yaitu, waktu eksekusi pengambilan madu, apakah itu di waktu malam atau siang? dan jam berapa? Waktu eksekusi yang tepat, yaitu sekitar pukul 09.00-16.00.

  • Memakai pakaian pelindung

    Baju Pelindung
    Baju Pelindung (pixabay.com)

Keamanan itu memang hal yang paling utama dalam bekerja, bahkan lebih utama dari hasil kerja tersebut. Oleh karena itu peralatan yang menyangkut keamanan, benar-benar harus disiapkan dan dioperasikan.

Upaya menjaga keamanan dalam memanen lebah, yaitu dengan memakai pakaian panjang (baju dan celana) yang cukup tebal supaya sengatan lebah tidak dapat menembus pakaian, sarung tangan yang tebal, dan topi bertudung yang menutupi kepala.

Jika ingin lebih nyaman sebaiknya memakai pakaian yang dibuat khusus untuk panen lebah.

  • Mengusir lebah dengan asap

    Alat Pengasap Lebah
    Alat Pengasap Lebah (pixabay.com)

Biasanya peternak lebah memiliki alat pengasap khusus. Alat tersebut berupa suatu wadah kaleng atau semisalnya yang memiliki corong yang berlubang. Kemudian kertas dibakar di dalamya sehingga mengeluarkan asap dari lubang corong tersebut.

Bagaimana cara menggunakan alat pengasap tersebut? yaitu dengan mengasapi sekeliling penutup kotak lebah, kemudian buka penutup bagian atas tersebut dan embuskan asap ke dalam. Hal tersebut akan membuat lebah turun ke dasar sarang.

Ketika asap menembus sarang lebah, lebah akan mengira sarangnya terbakar. Lebah akan bereaksi dengan membasahi tubuhnya dengan madu. Mungkin lebah mengira hal itu akan melindungi mereka dari kebakaran.

Hal tersebut justru membuat lebah jadi lemah, sehingga tidak begitu agresif untuk menyerang. Meskipun begitu pakaian keamanan tetaplah penting.

Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pengasapan yaitu, jangan mengasapi sarang secara berlebihan karena hal tersebut dapat mempengaruhi rasa madu bahkan merusaknya.

  • Membuka penutup kotak bagian dalam

Penutup tersebut biasanya cukup erat melengket pada kotak, sehingga membuka diperlukan alat congkel, bisa linggis kecil atau semisalnya.

Kenapa penutup tersebut melekat erat dengan kota? Karena bagian-bagian ujung kotak tersebut ditempeli propolis yang memiliki daya rekat yang kuat.

  • Memisahkan lebah yang menempel sarang

Lebah yang menempel pada sarangnya, maka harus dipisahkan. Cara yang terbaik memishkan lebah dengan sangkarnya yaitu dengan menggunakan alat peniup udara elektronik yang berukuran kecil.

Tiupan angin yang keluar dari alat tersebut diarahkan ke lebah sampai memisah dari sarangnya. Tapi jika ada lebah yang terjebak di madu dan tak bisa keluar maka harus dipisahkan dengan tangan.

Jika alat ini tak ada, maka opsi kedua adalah menyikat lebah sampai terpisah, cara ini kadang bisa membuat lebah merasa terancam sehingga bisa menyerang.

  • Membuka sarang lebah

Cara membuka sarang lebah yaitu dengan menggunakan pisau atau semisalnya untuk mengelupas lilin dan membuka dua sisi bingkai sarang yang melekat. Bingkai yang melekat dengan sarang, disebabkan oleh lilin lebah yang punya daya rekat yang kuat.

Bisa juga dengan membuka bagian luar sarang lebah, kemudian lepas bingkai yang ada kemudian diselipkan bingkai yang lain. Hal ini dapat mengurangi interaksi dengan lebah yang sedang agresif karena terganggu.

  • Memindahkan sarang lebah ke wadah tertutup 

Sarang lebah yang dibiarkan terbuka, aromanya akan mengundang lebah-lebah untuk mengumpul di sarnag tersebut. Lebah tersebut akan memakan dan mengambil sarang tersebut.

Hal ini tentu akan menyulitkan dalam mengestrak madu dan mengurangi hasil madunya.

  • Segera Mengekstrak Sarang Lebah setelah Memanennya

Madu yang baru dipanen, masih mempunyai kadar kecairan yang lumayan, sehingga proses mengekstraknya cukup mudah dan madu akan cepat mencair.

  • Menyimpan di tempat hangat atau di terik matahari

Jika sarang madu yang sudah dipanen tak segera diekstrak, maka ia akan lebih mengeras dan membeku. Supaya proses ekstraksinya lebih cepat maka perlu dihangatkan.

Cara Mengekstrak Madu tanpa Alat Pengestrak/Mesin

  • Memasukkan Madu di Ember atau Wadah Semisalnya

Sarang madu dipatahkan hingga kecil-kecil, supaya ember mampu menampung lebih banyak sarang madu. Yang perlu diperhatikan sarang madu harus sudah bersih dari lebah yang masih melekat.

  • Menghaluskan Sarang Madu

Untuk menghaluskan sarang lebah, bisa menggunakan lumpang besar. Sarang harus benar-benar jadi halus dan lunak.

  • Menyaring Sarang Madu

Kain nilon, saringan atau beberapa kain keju dipasang di atas ember. Kemudian sarang madu yang sudah ditumbuk halus dituangkan di atasnya. Tunggu beberapa saat, maka madu akan tersaring, memisah dan mengalir ke dalam ember.

Semakin halus sarang lebah yang ditumbuk, maka semakin cepat mengalir. Meskipun begitu, juga akan didapati sarang madu yang masih melekat dan menempel di pinggiran ember dan tidak dapat mengalir.

Hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan alat pengikis untuk mengikis dan melepas sarang lebah yang menempel.

Cara Mengekstrak Madu dengan Alat Pengestrak/Mesin

Alat pengestrak banyak dijual di pasaran dengan model manual dan ada yang elektronik. Sebelum memakai alat tersebut, pastikan dulu bagaimana cara kerjanya sesuai petunjuk yang ada. Setiap alat mempunyai ciri khas masing-masing.

Berikut ini teknik mengekstrak sarang lebah secara umum:

  • Masukkan sarang madu beserta bingkainnya ke dalam tabung yang tersedia. Pada umumnya, bingkai sarang lebah harus juga ikut dimasukkan ke dalam tabung tersebut, apapun itu jenis alatnya.
  • Cepit bingkai sarang tersebut
  • Memutar bingkai sarang yang telah terpasang dan terjepit dengan alat tersebut. Pemutaran tersebut ada yang manual dengan tangan dan ada yang dengan mesin penggerak.
  • Ketika bingkai sarang tersebut berputar, madu akan mencair dan mengalir turun.
  • Menyaring madu dengan menggunakan beberapa kain keju. Kain tersebut diletakkan di atas ember atau wadah sejenisnya dan diikat.
  • Wadah atau ember tersebut ditaruh di bawah alat pengekstrak, kemudian madu di dalamnya dialirkan ke wadah atau ember tersebut.
  • Penyaringan tersebut akan memisahkan lilin, serpihan sarang, atau kotoran yang masuk.

Cara mengestrak madu dengan alat.

Cara Mengemas Madu

Mengemas madu memang memerlukan cara-cara khusus, sehingga madu bisa terjaga kebersihannya, keawetannya dan kualitasnya. Berikut ini cara mengemas madu yang baik:

  • Menggunakan Wadah Kaca atau Plastik
  • Mensterilkan wadah yang pernah dipakai atau belum pernah, dengan cara mencuci sampai benar-benar bersih. Jangan lupa memakai sabun. Wadah bersih akan mencegah madu terkontaminasi.
  • Wadah atau stoples yang sudah diisi madu, ditutup sampai kedap udara.
  • Ditunggu dan diawasai selama beberapa hari, ketika itu kotoran yang masih ada akan naik kepermukaan dan harus dibuang.
  • Tutuplah kembali wadah tersebut sampai kedap udara. Selama itu madu sudah layak dikonsumsi.
  • Setelah pengambilan madu untuk dikonsumsi, maka wadah harus ditutup kembali sampai kedap udara.
  • Selama wadah tertutup rapat, madu organik akan awet selama berbulan-bulan pada suhu ruang.

Bagi yang sedang budidaya lebah madu, silahkan lihat video ini.

Berikut ini video tentang budidaya lebah madu yang bisa membawa kesuksesan.

Inilah paparan dari idaroh tentang budidaya lebah madu dengan banyak hal yang berkaitan dengannya. Berikutnya akan dipaparkan tentang pengertian lebah madu, jenisnya dan manfaat madu.

Lebah Madu dalam Al-Quran

Lebah dengan kelebihanya dan segudang khasiat madunya, merupakan binatang yang mendapat sanjungan yang diabadikan dalam Al-Quran.

Ketika kita tengok di Al-Quran dan Hadits-Hadits yang datang dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, kita akan mendapati hal yang sangat mengejutkan tentang lebah dan khasiat madunya.

Hal ini merupakan anugerah besar bagi manusia karena telah mendapatkan informasi sangat penting dan sangat rahasia tentang satu hal, dari Penciptanya langsung. Sudah seharusnya bagi manusia untuk mensyukuri-Nya dengan beribadah dan taat kepada-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkalam dalam Al-Quran tentang lebah di surat An-Nahl. Berikut ini kutipannya:

 وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَۙ

Dan Rabbmu mengilhami kepada lebah “Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon dan di tempat yang mereka (manusia) singgahi, (QS. An-Nahl : 68)

ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ 

Kemudian makanlah dari segala buah-buahan, maka tempuhlah jalan Rabbmu yang telah ditundukkan (bagimu).” Dari perut-perutnya (lebah) itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat (obat) penyembuhan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang  berpikir. (QS. An-Nahl: 69)

Begitu juga banyak sekali hadits yang menerang tentang keutamaan madu dan khasiatnya dalam pengobatan. Sebelum kita masuk ke pembahasan yang berkaitan dengan khasiat madu, maka akan lebih afdol, kalau kita juga memperdalam tentang lebah dan jenis-jenisnya.

Silahkan berkarya dan bekerja di bidang budidaya lebah madu, insya Allah, anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa besar dengan lebih mudah konsumsi madu, keuntungan yang cukup besar, dan secara tidak langsung anda telah memberikan layanan berupa menyediakan satu hal yang memiliki khasiat luar biasa.

             Baca juga 15 Manfaat Daun Bidara (Tinjaun dalam Al-Quran, Hadits, Kesehatan dan Ruqyah)

Pengetian Lebah Madu

Budidaya Lebah Madu
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Lebah madu atau juga dikenal dengan sebutan lebah saja, merupakan serangga unik dan menakjubkan, yang punya kegiatan unik dalam hidupnya, yaitu menyerap nektar bunga. Nektar bunga tersebut kemudian diproduksi menjadi madu memiliki segudang khasiat.

Kalau dilihat dari spesiesnya, ada sekitar 20.000 spesies lebah yang tersebar di beberapa negeri. Lebah madu hidup berkoloni.Populasi setiap koloni diperkirakan bisa mencapai 60-70 ribu hanya dalam satu sarang saja.

Yang tak kalah menakjubkan, walaupun dengan jumlah populasi yang besar dengan sarang yang cukup padat, mereka bekerja dengan sangat rapi dan sistematis. Tidak ada saling serang dan saling perkelahian, bahkan mereka saling gotong royong dalam melaksanakan proyek dan menyelesaikan misi mereka.

Kehidupan koloni lebah sangat sistematis dan teratur. Di dalam koloni lebah terdapat ratu lebah (queen bee), lebah jantan (drones) dan lebah pekerja yang terdiri dari 3 devisi, yaitu lebah devisi perawat (nurse bees), lebah devisi pencari informasi (scout bees) dan lebah devisi pengumpul (collector bees).

Ratu Lebah

Budidaya Ratu Lebah Madu
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Ratu lebah bertugas sebagai namanya, meratui rakyat bawahan-bawahannya, mengatur dan menjaga kestabilan koloninya, sehingga tak terjadi gesekan atau perkelahian.

Rakyat lebah mempunyai loyalitas tinggi kepada ratunya. Kemanapun ratu mereka bergi dan berhijrah mereka akan setia mengikutinya. Selain itu ratu lebah juga punya tugas besar yang tidak tidak bisa dilaksanakan selainnya, yaitu bertelur untuk melangsungkan generasi koloni tersebut.

Ratu ini dalam hidupnya diperkirakan bisa bertelur 1500-2000 butir, setiap harinya, dengan umur lebih panjang dari lebah lainnya. Lebah pekerja rata-rata hidup sampai 40 hari, sedangkan ratu lebah bisa sampai 3-5 tahun.

Kelangsungan hidup ratu lebah lebih lama, dikarenakan konsumsi royal jelly selama dia hidup. Sedangkan lebah biasa konsunsi royal jelly cuma ketika masih jadi larva, hanya 3 hari.

Lebah Jantan

Budidaya Lebah Madu Jantan
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Lebah jantan tidak seperti lebah ratu dan lebah betina atau lebah pekerja, secara fisik maupun tugas. Secara fisik, lebah jantan lebih kecil dari lebah ratau tapi lebih besar dari lebah ratu atau pekerja. Lebah jantan punya mata besar, yang terdiri dari faset yang lebih banyak dari jenis lebah lainnya.

Lebah jantan tidak punya kemampuan untuk mengumpulkan madu atau pollen, karena tak memiliki pipa hisap madu dan tak memiliki kantong pollen dikakinya. Tugas utama lebah jantan yaitu mengawini lebah ratu. Selain itu dia juga bertugas membersihkan sarang dan menjaganya.

Ratu lebah yang sudah berumur 16 hari akan terbang menemui lebah jantan untuk dibuahi. Lebah jantan yang hanya satu dalam satu sarang, akan mati setelah membuahi lebah ratu.

   Baca juga Tumbuhan Paku (Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, Manfaat, Contoh dan Gambar)

Lebah Pekerja/Lebah Betina

Budidaya Lebah Madu Betina/Pekerja
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Lebah bekerja yaitu lebah yang bekerja ekstra keras demi kelangsungan sistem koloni lebah dan kelancaran produksi madu.

Lebah pekerja meski menyandang status betina tapi tidak reproduksi dan tidak aktif seksualitasnya. Lebahini tumbuh berkembang setelah 21 hari dan rata-rata hidup 50 hari.

Ciri-ciri lebah ini yaitu betubuh ramping bewarna hitam coklat dan punya ekor yang menyengat. Ukuran tubunya lebih kecil dari lebah jantan dan lebah ratu.

Lebah pekerja memiliki pekerjaan yang berbeda-beda sesuai umur. Mereka memiliki 3 devisi pekerjaan.

1 . Lebah Pencari Informasi (Scouts Bees)

Budidaya Lebah Madu Pekerja
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Scouts Bees adalah lebah pekerja bertugas mencari informasi sumber keberadaan nektar, pollen, dan propolis. Setelah mendapatkan informasi keberadaan apa yang mereka butuhkan, mereka akan memberikan data tersebut ke Collector Bees.

2 . Lebah Pengumpul (Collector Bees)

Budidaya Lebah Madu Pekerja
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Collector Bess yaitu lebah pekerja yang lebah pekerja yang bertugas mengumpulkan nektar, pollen dan propolis. Lebah tidak hanya mengumpulkan yang mereka butuhkan, tapi juga mengumpalkan pollen dengan madu yang keluar dari mulutnya. Gumpalan tersebut akan disimpan di suatu kantong yang berada di kakinya.

Yang lebih unik lagi, lebah ini hanya menyerap nektar bunga dari spesies sama dalam satu putaran pencarian dan pengumpulan nektar.

Nektar tersebut akan ditaruh di sel sarang madu yang selalu terbuka sampai nektar menguap sehingga terwujudnya madu yang kental.

3 . Lebah Perawat (Nurse Bee)

Budidaya Lebah Madu Pekerja
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Nurse Bee adalah lebah yang bekerja merawat ratu lebah dan larva, cikal bakal lebah baru. Lebah ini menghasilkan royal jelly untuk dihidangkan ke sang ratu dan larva.

Produk dari Hasil Budidaya Lebah

1 . Madu

Madu berasal dari nektar bunga yang disimpan sel-sel sarang madu. Madu yang kaya akan nutrisi juga menjadi cadangan makanan bagi lebah. Khasiat dan manfaat madu yang begitu banyak sudah diketahui manusia sejak ribuan tahun silam dan sudah teruji secara medis.

2 . Royal Jelly

Royal jelly merupakan cairan yang dihasilkan oleh nurse bee (lebah pekerja devisi perawat) sebagai hidangan san ratu lebah dan larva. Cairan ini cocok dikonsumsi sebagai sulemen kebugaran dan vitalitas.

  Baca juga 15 Manfaat Daun Bidara (Tinjaun dalam Al-Quran, Hadits, Kesehatan dan Ruqyah)

3 . Bee Polen (Serbuk Sari)

Serbuk sari zat yang kaya protein, diambil dari bunga dan disimpan di kaki lebah. Serbuk ini disinyalir mengandung asam amino esensial, mineral, vitamin, asam lemak esensial dan alkaloid.

4 . Propolis

Propolis merpakan zat yang digunakan oleh lebah untuk menutup dan menambal celah-celah sarang, yang dihasilkan dari bagian-bagian tanaman. Zat ini kaya akan mineral, zat anti biotik dan zat pewangi.

5 . Lilin Lebah Madu

Lilin lebah termasuk zat dari berbagai zat yang dihasilkan oleh lebah. Zat ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan kosmetik, farmasi dan lilin.

Jenis Lebah Madu

Di Indonesia ada beberapa jenis lebah terkenal. Lebah-lebah inilah yang memproduksi beberapa macam madu seperti madu randu, madu hutan, madu liar dan lain-lainnya.

Berikut beberapa jenis lebah madu yang cukup dikenal di Indonesia.

1. Apis Mellifera (Lebah Madu Barat)

Apis Mellifera atau juga punya sebutan western honey bee, merupakan jenis lebah yang mampu memproduksi madu dalam jumlah yang cukup besar. Satu koloni jenis lebah ini bisa menghasilkan 35-40 kg dalam setahun. Uniknya, lebah ini bisa berdaptasi dengan cukup baik di banyak iklim.

Lebah ini konon berasal dari beberapa negara Eropa. Pada tahun 1841 orang-orang Belanda mulai budidaya lebah madu jenis ini di Nusantara. Sampai sekarang pun lebah jenis ini masih banyak diternak oleh penduduk Indonesia.

Lebah madu jenis apis mellifera, ternyata juga memiliki beberapa sepesies. Berikut ini beberapa sepesiesnya yang cukup terkenal.

 – Apis Mellifera Lehzeni

Lebah ini bewarna hitam kecoklatan, banyak diternak di derah Skandiavia, wilayah Eropa  Utara.

 – Apis Mellifera Carnica

Lebah ini dikenal menghasilakan jenis madu yang baik, tapi memiliki karakter yang kurang baik di mata peternak, yaitu suka berpindah-pindah. Lebah madu ini cukup populer di Amerika.

Ciri-ciri fisik lebah ini, yaitu memiliki tubuh gelap dan perut yang lebih muda warnanya. Bagi anda yang ingin budidaya lebah madu harus menyiapkan pengaman yang baik.

 – Apis Mellifera Lingustica

Lebah ini dikenal menghasilkan kualitas madu yang sangat baik, dari segi kualitas maupun kuantitas. Lebah ini konon berasal dari Italia.

 – Apis Mellira Caucasia

Lebah ini punya ciri fisik,, berupa warna gelap, jingga dan kuning. Lebah ini dinamakan caucasia karena berasal dari wilayah Kaukasia, atau juga dikenal dengan Kaukasus, daerah yang masuk wilayah otonomi Rusia.

2. Apis Dorsata (Lebah Madu Raksasa)

Apis dorsata merupakan lebah madu yang menghasilkan madu yang dikenal dengan madu hutan. Lebah madu ini belum bisa dibudidayakan sebagaimana yang lain. Untuk mendapatkan madu ini harus langsung dari hutan.

Lebah madu ini bisanya membangun sarang di tebing dan pohon.  Lebah ini bisa menghasilkan sekitar 15-25 kg dalam setiap tahun, untuk satu koloni. Secara fisik ukuran apis dorsata lebih besar dibanding madu yang lain. Sengatan lebah ini juga lebih memberikan efek sakit pada lawan.

Lebah madu jenis ini banyak tersebar di Asia Tenggara, seperti Indonesia, kecuali di papua, Malasyia dan Filipina, begitu juga banyak ditemui beberapa negara Asia Selatan, seperti India dan Nepal.

Pemburuan madu hutan bisa mengancam populasi lebah madu jenis. Ada sebagian pihak punya kekhawatiran seperti itu. Karena pemanenan madu dari sarang secara menyeluruh itu bisa mengganggu keberadaan dan produtifitas lebah tersebut.

Ada sebagian memberikan ide untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan mengambil sebagian madu dari sarang yang dipanen. Hal itu untuk memberikan kesempatan lebah tersebut supaya mengembangkan produksi sarang dan tidak menggaggu keberlangsungan kehidupan lebah hutan tersebut.

3. Apis Florea/Red Dwarf Honey Bee (Lebah Madu Kerdil/Lanceng)

Lebah ini memang cukup berbeda dengan umunya lebah madu. Di Indonesia, lebah ini dikenal dengan lebah lanceng. Lebah ini tersebar di beberapa negara seperti Indonesia, India, Oman dan Iran.

Lebah lanceng ini hanya bisa menghasilkan produksi madu dengan skala cukup kecil, sekitar1-3 kg per tahun, dari satu koloni. Uniknya lebah ini bisa kondusif, meskipun berdampiangan dengan beberapa lebah jenis lain, seperti apis melleifera, apis dorsata, dan apis cerana.

4. Apis Cerana

Apis cerana dikenal karena memiliki agresifitas cukup tinggi, dan bisa dibilang tingkat produktifitas cukup rendah bila dibanding lebah madu lainnya, sehingga tingkat pembudidayaannya cukup rendah dan cukup sulit.

Lebah madu ini dikenal bisa dibudidayakan dengan teknik modern, yaitu ditempatkan kotak (stup) yang memang dikhususkan untuk program tersebut.

Madu ini bisa menghasilkan 2-5 kg dalam satu kotak (stup). Lebah ini bisa ditemukan di beberapa negara, terutama Asia, seperti Indonesia, Cina, Jepang dn Afghanistan.

5. Apis Ningrocincta

Apis Ningrocinta merupakan jenis madu yang mempunyai tingkat frekuensi kawin cukup tinggi. Lebah ini bisa di jumpai di pulau Sulawesi, di kepulauan Sangihe, di Indonesia, dan di pulau Mindanao, di Filipina.

Ciri fisik lebah ini, dengan panjang sayap belakang 5,5 mm sampai 5,9 mm, dengan lebar 1,35 mm-1,5mm. Lebah ini memiliki belati bewarna kekaratan, guntingan dan tubuh yang diselimuti rambut yang kemerah-merahan.

Di pulau Sulawesi, bagaian selatan, sebagian besar sarang koloni lebah ini berada pada tempat dengan ketinggian 400 m, sedangkan di Sulawesi Tengah.

Ketika satu kawasan di tempati lebah apis cerana dan lebah apis ningrocincta, maka apis cerana menempati dataran yang cukup rendah dan apis ningrocincta berada pada daratan yang lebih tinggi. Daerah tanpa lebah apis cerana, bisa ditemui lebah apis ningrocincta.

6. Apis Koschevnikovi

Lebah jenis ini dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia, tapi konon tidak ditemui di pulau jawa.

7. Apis Andreniformis

Lebah ini dikenal hidup di daerah tropis maupun subtropis, dan banyak dijumpai di negara-negara Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, burma, India, dan Cina.

Di Indonesia lebah madu ini bisa didapati di Jawa dan Kalimantan, kalau di Filipina tepatnya di Palawan, sedangkan di Cina, bisa ditemui di bagian tenggara.

Perbedaan Lebah dengan Tawon

Tawon
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Lebah dan tawon ternyata berbeda, meskipun masih banyak kalangan yang menganggap sama. Hal itu mungkin disebabkan pengaruh bahasa daerah.

Sebagian daerah, lebah madu dikenal dengan tawon madu, sehingga mereka mengkategorikan tawon dan lebah satu satu jenis, dengan perbedaan, yang 1 bisa menghasilkan madu dan yang lain tak bisa.

Kalau kita pelajari lebih dalam, ternyata lebah dengan tawon itu punya perbedaan yang cukup mencolok. Berikut perbedaan tawon dengan lebah. Meskipun begitu tawon dan madu masih satu keluarga Hymenoptera.

1). Produksi Madu

Madu Lebah
Budidaya Lebah Madu (pixabay.com)

Lebah memang terkenal mampu menghasilkan madu dan menyimpannya, makanya juga dikenal dengan lebah madu. Hal ini sangat berbeda dengan serangga yang dikenal nama tawon, yang tak bisa menghasilkan madu.

2). Sistem Koloni

Dua serangga ini sama-sama hidup berkoloni. Tapi sistem koloni mereka berbeda, sarang tawon dibangun oleh ratunya, sedangkang sarang tawon disusun oleh lebah pekerja.

Kuantitas koloninya pun juga berbeda. Koloni lebah bisa mencapai 60-70 ribu, sedang koloni tawon cuma sekitar 10 ribu.

3). Efek dan Kemampuan Sengatan

Lebah madu dan tawon sama-sama punya sengatan, sebagai bentuk bela diri dari gangguan. Tapi efek sengatan yang ditimbulkan dari lebah madu beda dengan tawon. Cara penanganan efek efek sengatan tersebut juga berbeda.

tawon mampu menyengat berkali-kali, sedangkan madu lebah hanya bisa menyengat satu kali, setelah itu dia akan mengalami kematian.

4). Bentuk dan Warna Fisik

Secara fisik tawon memiliki bentuk lebih besar dengan pinggang yang ramping dan empat sayap yang cerah. Corak tubuh tawon hampir mirip dengan corak lebah madu yaitu ada warna hitam dan kuning.

Lebah madu memiliki ukuran yang lebih kecil dengan panjang sekitar 2,54 cm. Warna lebah madu cukup komplek, ada yang bewarna hitam semua, cokelat atau hitam yang bergaris warna kuning atau orange. Selain itu tubuh lebah madu berbulu sedangkan tubuh tawon mulus tanpa ada bulu sama sekali.

Manfaat Madu Asli

Khasiat madu memang sudah terbukti sejak ribuan tahun yang lalu. Maka tak heran kalau madu bermanfaat bagi kesehatan, kecantikan, untuk anak dan untuk pria.

           Baca juga 13 Manfaat Daun Kemangi (Kesehatan, Kecantikan dan Makanan)

Manfaat Madu Bagi Kesehatan

  • Mengatur gula darah/mencegah dan mengobati diabetes 

Madu memang dikenal manis dan mengandung zat gula, tapi berbeda dengan zat gula yang ada di gula putih (gula tebu) atau gula pemanis.

Kandungan glukosa dan fruktosa yang serasi pada madu, dapat membantu tubuh untuk mengatur dan menyeimbangkan gula darah. Sebagian madu tertentu malah diketahui indeks hipoglikemiknya rendah, sehingga tak membuat gula darah terhentak.

  • Membantu mengurangi iritasi batuk pada tenggorokan

Madu diketahui membantu mengatasi  iritasi batuk. Satu dosis madu  soba diketahui memiliki kesamaan dengan satu dosis dextromethorphan dalam meredakan batuk.

  • Anti bakteri dan anti jamur

Salah satu manfaat madu bagi kesehatan yaitu, memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur. Peter Molan, direktur Unit Penilitian Madu, di Universitas of Waikato di Selandia Baru, memberikan pernyataan bahwa semua madu itu antibakteri, sebab lebah madu menambahkan enzim yang membentuk hidrogen peroksida.

  • Membantu mencegah penyakit jantung

Salah satu manfaat madu bagi kesehatan yaitu membantu mencegah resiko terkena beberapa kanker. Hal itu karena madu mengandung anti oksidan dan flavonoid.

  • Membantu meningkatkan stamina dan kinerja

Seorang atletik, pekerja keras atau pendaki gunung, membutuhkan suplemen tertentu untuk meningkatkan kinerja dan kekuatan mereka.

Umumnya mereka makan yang manis-manis, seperti cokelat atau gula jawa, karena dapat menjaga kadar glikogen dan meningkatkan masa pemulihan.

Menurut studi dan peneliti modern, madu ternyata mengungguli pemanis lainnya dalam meningkatkan kinerja, meningkatkan masa pemulihan dan menjaga glikogen.

           Baca juga 16 Manfaat Daun Krokot (untuk Jantung, Lambung, Mata dan Kecantikan)

  • Membantu mencegah resiko kanker

Salah satu khasiat madu yaitu membantu mencegah resiko kanker. Kandungan antioksidan dan flavonoid itulah yang membantu mencegah resiko penyakit mengerikan tersebut.

  • Probiotik

Salah satu manfaat madu yaitu, mengandung probiotik, yaitu bakteri baik dan ramah untuk membantu usus dalam proses metabolisme dan meningkat daya tahan tubuh.

  • Mengobati luka biasa dan luka bakar

Madu dikenal dapat membantu mengobati luka karena goresan atau luka bakar. Sifat anti bakteri dan efek pengeringan gula sederhana yang ada pada madu disinyalir dapat membantu penyembuhan luka.

  • Membantu mengobati alergi

Paparan alergen dan jejak serbuk sari yang masih melekat pada madu dapat membantu menghilangkan reaksi alergi.

  • Membantu meningkatkan daya ingat

Konsumsi madu secara rutin, dapat membantu seseorang yang terkena gangguan ingatan. Atau ingatan sesorang tidak tergerus drastis seiring bertambah usia.

  • Melawan bakteri

Salah satu manfaat madu yaitu dapat melumpuhkan bakteri yang menyerang tubuh, seperti pseudomonas aeruginosa,  methicillin-resistant staphylococcus aureus, E. coli, dan salmonella.

  • Mengandung banyak nutrisi

Salah satu manfaat madu yang sangat besar yaitu mengandung nutrisi yang lengkap, seperti, vitamin C, karbohidrat, anti-oksidan dan lainnya sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi kita.

  • Membantu menyembuhkan bisul

Perawatan kulit dengan madu secara rutin dapat membantu mengobati kulit yang bisul.

Salah satu manfaat madu dari segudang manfaat yaitu dapat membantu mengatasi gastroenteritis bakteri yaitu infeksi pada pencernaan khusunya lambung dan usus karena bakteri.

Itulah paparan singkat tentang bagaimana cara budidaya lebah madu, bagi yang punya keinginan terjun dibidang ini.

Jual Madu Sarang

Jual Madu Sarang
Jual Madu Sarang

Kami menjual madu sarang langsung dari peternak.

Harga

  • 250 gram : 70.000
  • 500 gram : 120.000
  • 1 kg : 200.000

Apa itu Sarang Madu

Madu Sarang dipanen dalam kondisi tak dipisah dari sarangnya. Sarang madu tersebut tak diekstrak sebagiamana madu biasanya, sehingga kemurniannya terjamin, memiliki tingkat kealamian yang lebih dan tingkat fresh yang tinggi.

Anda juga bisa membeli di majelis azzikra

Rasa Madu Sarang

Tentunya Anda akan merasakan cita rasa tersendiri yang tak dirasakan pada madu yang diekstrak.

…………………………

Terima kasih anda telah mengunjungi artikel ini Budidaya Lebah Madu Budidaya, Manfaat Madu, Jual Madu Sarang, semoga bermanfaat.

By : Idaroh

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *